PERKEMBANGAN GONAD BENIH IKAN NILEM YANG DIPELIHARA DALAM TEMPERATUR BERBEDA

A.N. Habibah, Hanna Hanna, M. Pratiwi

Abstract


Gonad merupakan organ reproduksi primer yang menentukan keberlangsungan keturunan suatu spesies melalui reproduksi seksual. Gonad ikan khususnya teleostei diketahui memiliki karakteristik bipotensi. Karakter bipotensi tidak hanya dimiliki oleh ikan hermafrodit akan tetapi juga ikan gonokoris. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kenaikan temperatur pada kelangsungan hidup benih ikan nilem, pertumbuhan dan perkembangan gonad benih ikan nilem (Osteochilus vittatus). Benih ikan O. vittatus umur 10 hari paskafertilisasi (dpf) dipelihara dalam medium air dengan temperatur berbeda yaitu 34oC, 36oC dan suhu ruangan sebagai kelompok kontrol selama 10 hari. Kemudian ikan dipelihara pada suhu ruangan hingga berumur 150 dpf. Pada umur 10, 105 dan 150 hari, ikan diukur panjang dan bobot tubuh untuk mengetahui pertumbuhan. Temperatur 36oC bersifat letal bagi benih ikan nilem usia 10 dpf setelah inkubasi selama 24 jam sedangkan temperatur ruangan dan 34oC terbukti aman bagi benih ikan dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 94%. Perlakuan temperatur 34oC tidak mempengaruhi pertumbuhan ikan ditunjukkan dengan rata-rata panjang dan bobot tubuh yang tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol. Secara topografi, gonad ikan nilem terletak pada bagian dalam rongga dalam tubuh ikan dan berada di daerah mesenterium dorsal di bawah gelembung renang serta berjumlah sepasang. Morfologi gonad ikan nilem umur 105 hari belum dapat diidentifikasi. Morfologi gonad ikan nilem umur 150 dpf berwarna putih bening, transparan opaque dan berukuran sangat kecil serta belum dapat diidentifikasi secara makro-morfologi sebagai gonad jantan atau betina.

Kata kunci: gonad, nilem, temperatur, teleostei, bipotensi


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.