PENGARUH PLYOMETRIC TRAINING TERHADAP PERFORMA OTOT PADA ATLET UKM OLAHRAGA FK UNSOED

Susianti Candrawati

Abstract


Performa otot seperti kekuatan dan daya ledak otot merupakan salah satu kunci keberhasilan seseorang dalam olahraga. Salah satu upaya meningkatkan kekuatan dan daya ledak otot adalah dengan menerapkan pola latihan fisik  yang sesuai, salah satunya adalah plyometric training. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh plyometric training terhadap performa otot dalam hal ini adalah kekuatan dan daya ledak otot. Penelitian menggunakan metode quasi-experimental dengan pre and post test design without control. Subjek penelitian berjumlah 30 mahasiswa UKM Olahraga yang dikumpulkan menggunakan metode consecutive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian melakukan intervensi plyometric training selama 5 minggu dengan 2 sesi setiap minggu. Pengukuran performa otot berupa kekuatan otot dan daya ledak otot dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Kekuatan Otot diukur dengan metode leg strength tes dengan alat Back-leg dynamometer (dalam satuan kg). Daya ledak otot diukur menggunakan metode vertical jump test (dalam satuan cm). Data performa otot sebelum dan sesudah intervensi dianalisa menggunakan Uji t-berpasangan. Hasil uji t-berpasangan terdapat perbedaan yang bermakna pada kekuatan otot  (p=0,0001; p<0,05) dan daya ledak otot (p=0,0001; p<0,05) sebelum dan sesudah intervensi plyometric training. Performa otot meningkat setelah intervensi plyometric training. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan performa otot sebelum dan sesudah intervensi plyometric training selama 5 minggu.
 
Kata Kunci : performa otot; kekuatan otot; daya ledak otot; plyometric training

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.