PENELUSURAN SENYAWA AKTIF ANTIBAKTERI DARI BEBERAPA TANAMAN OBAT YANG TUMBUH DI DAERAH BANYUMAS

Sunarto Sunarto

Abstract



Di Indonesia, termasuk Kabupaten Banyumas, penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama. Berdasarkan data Dinas Kesehatan pada tahun 2015, penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri masih menjadi permasalahan utama di daerah Banyumas seperti diare, pneumonia, TBC, dan penyakit menular seksual. Pengobatan penyakit infeksi menggunakan suatu bahan alam dari tanaman obat menjadi suatu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian terkait kajian ilmiah sifat antibakteri yang berasal dari tanaman-tanaman obat lainnya yang tumbuh di daerah Banyumas khususnya Purwokerto seperti tanaman gowok (S. polychepalum), pucuk merah (S. myrtifolium), jambu mawar (S. jambos) dan manggis (Garcinia mangostana) belum ada yang melaporkan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sifat antibakteri dari senyawa zat aktif yang dimiliki dari empat tanaman obat yang tumbuh di daerah Banyumas tersebut. Senyawa metabolit sekunder yang berhasil diisolasi dari daun Syzygium jambos merupakan senyawa asam anakardat diena. Senyawa kimia yang berhasil diisolasi dari tanaman Syzygium myrtifolium adalah senyawa golongan alifatik yaitu alkana (C23) dan golongan asam lemak jenuh yaitu asam lemak alkil ester. Senyawa non fenolik yang berhasil diisolasi dari daun gowok (S. polychepalum) adalah campuran senyawa asam lemak jenuh yaitu asam heksadekanoat dan 3-etilpropanoat.
 
Kata Kunci: senyawa aktif, antibakteri, tanaman obat, Banyumas

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.