PENGARUH INDEX MASSA TUBUH TERHADAP KELINCAHAN OTOT: STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Mustofa Mustofa

Abstract


Indeks massa tubuh (IMT) merupakan salah satu parameter antropometrik terjadinya obesitas yang menjadi masalah kesehatan, dan semakin banyak terjadi pada usia muda. Mahasiswa kedokteran merupakan bagian dari populasi masyarakat usia muda. Obesitas dapat mempengaruhi kelincahan otot dan menyebabkan individu memiliki aktifitas fisik yang rendah. Kelincahan adalah kemampuan individu untuk mengubah arah dengan cepat tanpa kehilangan kecepatan, keseimbangan, dan kontrol tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh indeks massa tubuh terhadap kelincahan otot mahasiswa fakultas kedokteran universitas jenderal soedirman. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan belah lintang. Perekrutan subyek dilakukan dengan metode consecutive sampling. Subyek yang terlibat dalam penelitian ini adalah 25 mahasiswa dengan kriteria inklusi meliputi jenis kelamin laki-laki, usia 18-24 tahun.Data IMT dipeoleh dari perhitungan rumus berat badan dalam Kg dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter. Pengukuran kelincahan otot dilakukan menggunakan metode Agility T-test. Pengukuran kelincahan diulang sebanyak 3 kali dengan jeda istirahat 1-2 menit antar pengukuran dan catatan waktu terbaik diambil sebagai nilai kelincahan otot. Uji normalitas data menggunakan uji SaphiroWilk dan uji korelasi pearson digunakan  dengan nilai p<0,05. Subyek penelitian memiliki rerata IMT yang normal, yaitu 21,5 ± 1,92kg.m-2 dan rerata kelincahan otot  12,82± 1,44 detik. Hasil uji korelasi pearson menunjukkan nilai r =-0,45 dan nilai p =0,02. Hal ini dapat disimpulkan terdapat korelasi positif dengan kekuatan  sedang yang bermakna antara IMT dan kelincahan otot. Semakin besar IMT akan memiliki kelincahan otot yang makin rendah.
 
Kata Kunci: indeks massa tubuh, kelincahan otot, agility test

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.