PERBANDINGAN POTENSI ANTI STRES OKSIDATIF EKSTRAK ETANOL KULIT SALAK (Salacca zalacca) DAN ALLOPURINOL PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) HIPERURISEMIK

Catharina Widiartini

Abstract


Hiperurisemia menyebabkan stres oksidatif yang mendasari timbulnya berbagai penyakit degeneratif, termasuk kerusakan ginjal. Penggunaan jangka panjang obat terpilih untuk hiperurisemia, yaitu allopurinol mempunyai efek samping yang berbahaya. Kulit salak (Salacca zalacca) diduga memiliki efek anti-stres oksidatif. Malondialdehida (MDA) telah banyak digunakan sebagai biomarker pengukuran kadar radikal bebas pada kondisi stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol kulit salak terhadap kadar MDA dan gambaran histopatologis ginjal tikus putih hiperurisemik. Tikus dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, kelompok ekstrak etanol kulit salak dengan dosis 420 mg/kgBB/hari dan kelompok allopurinol dengan dosis 2,52 mg/kgBB/hari. Induksi hiperurisemia dilakukan dengan pemberian otak sapi 20 gram/ekor /hari selama 8 hari, dan tetap dilanjutkan dengan penambahan pemberian perlakuan hingga terminasi pada akhir hari ke-15. Data MDA yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji post-hoc, dengan nilai signifikansi p<0,05. Nekrosis tubulus ginjal dinilai dengan bantuan piranti lunak analisis gambar berdasarkan kriteria Zhang. Didapatkan kadar MDA kontrol negatif dalam batas normal (0,88 μmol/L); kontrol positif paling tinggi (3,16 μmol/L); kelompok ekstrak kulit salak menurun (2,36 μmol/L) dan kelompok allopurinol mengalami penurunan terbesar (1,34 μmol/L) (p = 0,000). Skor nekrosis kelompok kontrol negatif 2,3 ± 0,5; kelompok kontrol positif 3,2 ± 0,4; kelompok ekstrak etanol kulit salak 2,8 ± 0,5 dan kelompok allopurinol 2,5 ± 0,6. Dapat disimpulkan bahwa Allopurinol dengan dosis 2,52 mg/kgBB/hari masih lebih unggul dibandingkan ekstrak etanol kulit salak dengan dosis 420 mg/kgBB/hari dalam menurunkan kadar MDA dan menghambat kerusakan ginjal tikus putih hiperurisemik. 
 
Kata Kunci: hiperurisemia, histopatologi ginjal, malondialdehida, kulit salak, stres oksidatif

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.