DISTRIBUSI PENDAPATAN PETANI PADI ORGANIK DI KABUPATEN BANYUMAS PROPINSI JAWA TENGAH

Anny Hartati

Abstract


Padi organik merupakan produk pertanian padi dengan sistem budidaya organik. Beras organik sangat baik bagi kesehatan karena bebas dari bahan kimia berbahaya. Jadi dibandingkan dnegan beras lain atau beras konvensional, jika sudah diolah beras organik mempunyai aroma khas alami, tidak mudah berair, rasanya lebih lunak dan gurih. Hal ini menjadikan beras organik semakin disukai konsumen (Rusna et al, 2011). Usahatani beras organik diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, karena harganya lebih tinggi daripada beras konvensional. Atas dasar fenomena tersebut timbul pertanyaan benarkah demikian? dan selanjutnya timbul pertanyaan benarkah dapat memeratakan distribusi pendapatan petani? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya biaya dan pendapatan petani serta mengetahui distribusi pendapatan petani. Adapun metode penelitian dasarnya menggunakan metode survei dengan mengambil sampel secara sensus dan data dianalisis dengan analisis Indeks Gini dan Gini Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi organik menguntungkan petani, karena pendapatan bersih petani per hektar sebesar Rp. 12.740.479 atau penerimaan sebesar Rp. 20.076.276 dan biaya sebesar Rp. 7.335.797 dengan R/C sebesar 1,74, artinya jika usahatani padi organik mengeluarkan biaya sebesar satu persen, akan memberikan keuntungan 1,74 persen. Distribusi pendapatan petani sebesar 0,3976, artinya usahatani tersebut dapat memeratakan distribusi pendapatan petani. Saran yang diberikan adalah usahatani tersebut dapat terus dilakukan dan disebarluaskan kepada petani lain.
 
Kata Kunci: biaya, padi organik, pendapatan usaha tani

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.