REVITALISASI DAN MODEL PENGKADERAN DALAM PENGEMBANGAN KOPERASI PESANTREN

Chusmeru Chusmeru

Abstract


Pesantren Islam masih memiliki stigma negatif yaitu lembaga pendidikan yang kuno dan tertutup pada perubahan, fanatik, radikal serta tempat teroris. Namun stigma negatif tersebut dapat di minimalisir dengan perkembangan pesantren yang tidak lagi hanya mengajarkan keagamaan, tetapi sudah menjadi lembaga sosial ekonomi dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan berwirausaha dalam koperasi pondok pesantren. Maka menarik dan penting untuk meneliti tentang koperasi pesantren dalam pemberdayaan ekonomi santri dengan menggunakan metode kualitatif Participatory Learning and Action (PLA). Lokasi penelitian di salah satu pesantren terbesar di Cilacap yaitu pesantren El Bayan  di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Informan penelitian ditentukan melalui purposive sampling yaitu para pengurus dan anggota koperasi pesantren. Pengumpulan data melalui wawancara, focus group discussion, observasi dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan strategi koperasi pondok pesantren dalam pemberdayaan ekonomi santri sangat penting dengan memperbaiki dan meningkatkan menejemen kelembagaan, keanggotaan, kepengurusan, keuangan, kemitraan dan pengembangan unit usaha berbasis agribisnis untuk meningkatkan kesejahteraan pesantren, santri dan masyarakat. Sehingga pesantren dan santri menjadi agen pembangunan baik moral, spiritual Islam, sosial, maupun ekonomi sebagai perwujudan konsep khalifah yang  menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lill‘alamin).
 
Kata kunci:  kewirausahaan, koperasi, pemberdayaan ekonomi, pesantren, santri

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.