DAMPAK PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) PADA MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN BANYUMAS

Dijan Rahajuni

Abstract


Tingkat kemiskinan di Kabupaten Banyumas pada tahun 2015 mencapai 18,44% lebih tinggi 7,22% dibandingkan dengan tingkat kemiskinan secara nasional yang mencapai 11,22%. Berbagai program pengentasan kemiskinan telah diluncurkan oleh pemerintah, salah satunya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM – MP) yang sekarang diganti menjadi Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh).  Tujuan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) adalah untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung “Gerakan 100-0-100”, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak. Penelitian ini dilakukan pada kelompok masyarakat miskin eks penerima manfaat program PNPM-MP) yang tergabung dalam keswadayaan Masyarakat (KSM) ekonomi program PNPM-MP dengan tujuan untuk mengkolaborasikan pencapaian 0 persen pemukinan tanpa kumuh dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan pengentasan kemiskinan. Berdasarkan hasil forum group disccusion penelitian dilakukan melalui tindakan pemanfaatan lingkungan kumuh untuk kegiatan ekonomi produktif, dengan menanam tanaman apotik hidup dan warung hidup. Hasil penelitian berdampak luas pada masyarakat, bukan saja pada pengurangan lingkungan kumuh dan peningkatan pendapatan,  tetapi juga  pada peningkatan kearifan lokal dalam hal ini adalah kerja sama dan kerukunan dan juga mendidik generasi muda untuk cinta lingkungan.   
 
Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Program Kotaku,  Gerakan 100-0-100, Keswadayaan Masyarakat Ekonomi,   kearifan lokal

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.