POTENSI REPRODUKSI UDANG Macrobrachium empulipkei DI SUNGAI PELUS KABUPATEN BANYUMAS

Anastasia Endang Pulungsari

Abstract


Penelitian tentang udang Macrobrachium di Indonesia lebih banyak dilakukan pada udang Macrobrachium rosenbergii, karena udang Macrobrachium lainnya mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan udang macrubrachium spp.    penyebarannya relatif luas. Udang tersebut dapat ditemukam di sungai-sungai namun dalam jumlah dan ukuran kecil. Dikhawatirkan pada waktu yang akan datang sumberdayanya tidak dapat dinikmati lagi, sehingga perlu upaya untuk melestarikannya. Upaya tersebut memerlukan informasi ilmiah secara biologi dan ekologi. Sebagai langkah awal, telah dilakukan studi tentang potensi reproduksi udang macrubrachium empulipkei. yang meliputi sex ratio, fekunditas, diameter telur dan daya tetas telur. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Sampel udang macrubrachium empulipkei ditangkap dari Sungai Pelus, Kabupaten Banyumas. Hasil perhitungan menunjukan sex rasio M. empulipkei  53,57 %.  Jumlah telur udang M. empulipkei berkisar antara 72 – 105 butir, dengan diameter 1,121,26 mm. Telur M. empulipkei  menetas   20 - 24 hari dari waktu penangkapan namun  di dalam akuarium hanya bertahan hidup selama 15 hari. Telur yang telah menetas bersifat planktonik hingga 2 – 3 hari, pada hari ke 4 telah bergerak aktif didasar akuarium (bentik).     
 
Kata Kunci:  M. empulipkei, fekunditas, diameter telur

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.