KERAGAMAN DAN KELIMPAHAN RAYAP BERDASAR KETINGGIAN TEMPAT DI HUTAN TANAMAN TERBATAS LERENG BARAT GUNUNG SLAMET JAWA TENGAH

Hery Pratiknyo

Abstract


Hutan produksi lereng barat Gunung Slamet memiliki  tanaman pokok damar (Recinus damara) dan Pinus (Pinus mercusii), dengan berbagai macam aktifitas manusia sejak ketinggian 700-1300 m dpl. Ekosistem hutan pinus dan damar ini memiliki karakter habitat berbeda, namun pengaruh perbedaan ini terhadap keragaman dan kelimpahan belum banyak diungkap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ragam spesies dan jumlah spesies rayap serta kelimpahannya disertai kemerataan dan dominansinya pada ke dua ekosistem di  ketinggian 700-1300 m dpl lereng Barat Gunung Slamet. Penelitian menggunakan metode survey, sampling mengikuti   transek sabuk (P=100m, L=2m), yang ditarik melintasi dua ekosistem hutan. Setiap transek sabuk ini dibagi menjadi 20 bagian, kemudian rayap disampling pada pohon hidup, cabang, ranting, kulit kayu dan tanah pada bagian ini. Komposisi dan jumlah spesies, dominansi dan kemerataan dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wienner(H), Shannon-Evennes (E), and dominansi Simpson serta uji korelasi. Hasil penelitian memperoleh Schedorhinotermes javanicus, Odontotermes javanicus, Nasutitermes matangensis, Capritermes semarangi, Procapritermes stiger dan Microtermes insperatus. Indeks keragaman ke dua ekosistem hutan termasuk tingkat keragaman menengah kecuali pada ekosistem dammar (800-990 m dpl). Indeks kemerataan kedua ekosistem hutan  termasuk kategori tinggi namun pada 800900 m dpl termasuk menengah. Indeks dominansi pada ekosistem hutan pinus termasuk menengah namun pada damar termasuk rendah. Kesimpulan penelitian ini spesies rayap paling dominan adalah Schedorhinotermes javanicus dan corelasi jumlah spesies dan kelimpahan dengan ketinggian menunjukkan gejala mid dimain effect. 
 
Kata kunci:  ketinggian, lereng barat, ragam spesies

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.