Cover Image

APLIKASI SUSPENSI SEMEN UNTUK MENINGKATKAN BIOPROSPEKSI BAMBU SEBAGAI BAHAN BANGUNAN LOKAL PEDESAAN

Nastain , Paulus Setyo Nugroho, Yanto

Abstract


Kelemahan bambu untuk bahan bangunan adalah bambu rentan terhadap gangguan jasad
renik, serangga, perubahan temperatur, dan air hujan. Sedangkan usaha pengawetan yang
banyak dilakukan dinilai kurang effektif, karena memerlukan waktu yang lama, menimbulkan
bau, dan merusak warna bambu atau garis-garis dekorasi bambu. Penelitian ini dilakukan guna
menghasilkan bambu yang kuat, absorbsi kecil, tidak berbau, dan tetap memiliki garis-garis
dekorasi, tetapi dengan proses waktu pengawetan yang cepat. Metode penelitian dilakukan
dengan cara modifikasi metode Baucherie, yaitu dengan cara mengalirkan suspensi semen
dengan bantuan kompresor ke dalam bambu segar atau bambu baru tebang, dimana pori bambu
masih terbuka sempurna. Proses suspensi akan membuat pori-pori bambu terisi oleh semen dan
akan mengeras. Variasi campuran suspensi semen : air ditetapkan sebesar 1:8, 1:7, 1:6, 1:5, dan
1:4. Pengujian dilakukan guna mengetahui campuran suspensi optimal dan perubahan
karakteristik fisik dan mekanika bambu setelah tersuspensi semen. Hasil pengujian yang
dilakukan terhadap 3(tiga) jenis bambu yaitu Ampel, Wulung, dan Tali menunjukan bahwa,
kadar campuran suspensi semen optimal adalah sebesar 1:7 dan akan meningkatkan nilai
kerapatan, kuat tekan, dan kuat lentur bambu masing-masing sebesar 47,76% ; 25,84% dan
36,02%, dan menurunkan nilai absorbsi dan elastisitas bambu masing-masing sebesar 20,13%
dan 20,84% terhadap nilai karakteristik bahan bambu awal sebelum disuspensi.

Full Text:

View Journal

Refbacks

  • There are currently no refbacks.