BUDIDAYA TANAMAN JAHE DI PONDOK PESANTREN AL-JAMIL, PURWOKERTO

Ni Wayan Anik Leana, Eka Oktaviani, Purwanto Purwanto, Prasmaji Sulistyanto

Abstract


Penyakit Virus Corona (Covid-19) kini menjadi masalah global, tak terkecuali Indonesia. Kejadian di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah hingga 29 September 2021, kasus Covid-19 sudah menginfeksi lebih dari 36.000 orang. Klaster pondok pesantren turut menyumbang lebih dari 500 kasus di Kabupaten Banyumas. Pemanfaatan obat tradisional untuk menjaga kesehatan dalam upaya mengurangi resiko Covid-19 kini mulai digalakkan. Salah satunya dengan Surat Edaran dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia No HK.02.02/IV.2243/2020 tentang Pemanfaatan Obat Tradisional untuk Pemeliharaan Kesehatan, Pencegahan Penyakit, dan Perawatan Kesehatan. Pemanfaatan tanaman obat untuk menjaga kesehatan khususnya saat pandemi Covid-19 belum banyak di lakukan, termasuk di Pondok Pesantren Al Jamil, salah satu pondok pesantren di kabupaten Banyumas. Budidaya tanaman obat untuk menyediakan bahan meningkatkan sistem imunitas para santri menjadi penting. Hasil survei kepada santri PP Al-Jamil sebelum kegiatan pengabdian menunjukkan sebanyak 78,8% santri belum memiliki pengalaman budidaya jahe. Kegiatan pengabdian dilakukan dari bulan Juni hingga Oktober 2021 diawali dengan sosialisasi budidaya tanaman jahe serta pendampingan langsung budidaya tanaman jahe dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pembuatan minuman kesehatan berbahan jahe dan jeruk nipis sesuai Surat Edaran dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia No HK.02.02/IV.2243/2020 juga dilakukan pada akhir kegiatan. Survei yang dilakukan diakhir kegiatan menunjukkan sebanyak 93,1% santri memahami tahapan budidaya tanaman jahe.

Kata kunci: covid-19, Banyumas, Pondok Pesantren Al Jamil, Jahe


Full Text:

166-172

References


Aryanta, I.W. 2019. Manfaat Jahe Untuk Kesehatan. Volume 1, No. 2. E-Jurnal Widya Kesehatan.

Rehman, R., Akram, M., Akhtar, N., Jabeen, Q., Saeed, T., Ali Shah, S. M., Ahmed, K., Shaheen, G., & Asif, H. M. (2011). Zingiber officinale roscoe (Pharmacological activity). Journal of Medicinal Plant Research, 5(3), 344–348.

Herawati, I. E., & Saptarini, N. M. (2020). Studi Fitokimia pada Jahe Merah (Zingiber officinaleRoscoe Var. Sunti Val). Majalah Farmasetika., 4(Suppl 1), 22–27.

Arifin, B., & Ibrahim, S. (2018). Struktur, Bioaktivitas dan Antioksidan Flavonoid. Jurnal Zarah, 6(1), 21–29.

Hapsoh, Hasanah, Y., Julianti, E., 2010. Budidaya dan Teknologi Pascapanen Jahe, USU Press. 122p.

Zakaria R, Hari S dan Arif H, 2000. Pengaruh Konsumsi Jahe (Zingiber officinale Roscoe) terhadap kadar Malondialdehida Dan Vitamin E Plasma Pada Mahasiswa Pesantren Ulil Albab kedung Badak, Bogor. Buletin Teknologi dan Industri Pangan, XI(1): 36-40.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.