PERAN IMP DALAM MENGATASI MASALAH STUNTING DI KAMPUNG KB ‘NGUDI KENCANA’ DESA KALITINGGAR KIDUL KECAMATAN PADAMARA KABUPATEN PURBALINGGA

Arum Fitria Ardiyani

Abstract


Tujuan penelitian untuk menganalisis peran IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan) dalam mengatasi permasalahan stunting di wilayah Kampung KB. Penelitian menggunakan metode Participatory Learning and Action (PLA), pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi dengan analisis triangulasi. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling, informan penelitian yaitu IMP, Pengurus Pokja Kampung KB, dan anggota Poktan (Kelompok kegiatan). Lokasi penelitian di Kampung KB ‘Ngudi Kencana’ Desa Kalitinggar Kidul Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMP telah melaksanakan 6 (enam) peran baktinya untuk menurunkan angka stunting di wilayah. Keenam peran bakti tersebut adalah pengorganisasian; pertemuan; KIE dan Konseling; pencatatan, pendataan, dan pemetaan sasaran; pelayanan kegiatan; dan kemandirian.

Kata kunci: IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan), stunting, Kampung KB

 

The purpose of the study was to analyze the role of IMP (Rural Community Institutions) in overcoming the problem of stunting in the Kampung KB area. The study used Participatory Learning and Action (PLA) methods, data collection through in-depth interviews, observation, Focus Group Discussion (FGD) and documentation with triangulation analysis. The selection of informants uses purposive sampling, the research informants are IMPs, Kampung KB Workgroup, and Poktan (Activity group) members. The location of the research was in the Kampung KB ‘Ngudi Kencana’ Kalitinggar Kidul Village, Padamara District, Purbalingga Regency. The results showed that IMP had carried out 6 (six) roles of devotion to reduce stunting rates in the area. The six roles of community service are organizing; meeting; IEC and Counseling; recording, data collection, and mapping of targets; activities service; and independence.

Keywords: IMP (Rural Community Institutions), stunting, Kampung KB


Full Text:

PDF

References


BKKBN. 2014. Panduan Penguatan Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan (IMP). BKKBN. Jakarta.

BKKBN. 2015. Materi Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi dalam Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. BKKBN. Purbalingga.

https://katadata.co.id/berita/2018/04/07/anak-pendek-tantangan-besar-jokowi-di-tahun-terakhirpemerintahan. Diakses pada 19 Oktober 2019

http://kampungkb.bkkbn.go.id/about. Diakses pada 19 Oktober 2019

https://www.kemkes.go.id/article/view/18040700002/cegah-stunting-dengan-perbaikan-polamakan-pola-asuh-dan-sanitasi-2-.html. Diakses pada 19 Oktober 2019

Noegroho, Agoeng dan Bambang Suswanto. 2017. Peran Yayasan An-Nur Sebagai Community Development Dalam Rehabilitasi Kelompok Marginal Residen Narkoba. Prosiding Seminar Nasional dan Call for Papers ”Pengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan VII” 17-18 November 2017 Purwokerto

Puspita, Dyah Retna. 2011. Penyuluh KB Era Otonomi Daerah. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.

Santoso, Sukaryo Teguh et.al. 2018. Panduan Mekanisme Operasional Program KKBPK di Lini Lapangan. Direktorat Bina Lini Lapangan BKKBN. Jakarta.

Windrawati, Witri et. al. 2018. Materi Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi bagi Kelompok Kegiatan. Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah. Semarang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.