ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP IKAN PADA RUMAH TANGGA (STUDI KASUS: KABUPATEN TABANAN DAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL)

Estu Sri Luhur, Budi Wardono

Abstract


Pemenuhan konsumsi pangan, termasuk ikan, perlu dilakukan terutama untuk mencukupi kebutuhan protein hewani terutama pada saat hari-hari besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap ikan pada rumah tangga di Kabupaten Tabanan dan Gunungkidul. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) berdasarkan angka konsumsi ikan dan status kerawanan pangan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan pendekatan survey dan observasi dengan menggunakan kuesioner kepada 30 rumah tangga untuk setiap kabupaten. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden Tabanan lebih menyukai ikan laut dengan jenis tuna/tongkol/cakalang dan kembung, sedangkan responden Gunungkidul lebih menyukai ikan air tawar, yaitu lele dan nila. Preferensi terhadap ikan olahan di Tabanan sebagian besar pada ikan pindang dan ikan asin, sedangkan di Gunungkidul lebih menyukai olahan bandeng presto dan ikan asin. Hasil penelitian juga menunjukkan preferensi konsumsi ikan pada masyarakat Tabanan dan Gunungkidul dipengaruhi oleh kebiasaan makan ikan sejak kecil dan harga ikan. Untuk itu, program peningkatan konsumsi ikan sebaiknya tidak hanya berfokus pada anak-anak sekolah, tetapi juga kepada ibu rumah tangga.

Kata Kunci: preferensi konsumen, ikan, konsumsi, rumah tangga

 

Compliance of food consumption, including fish, needs to be done especially to meet animal protein need, especially during holidays. Study aimed to analyze consumer preferences for fish in households in Tabanan and Gunungkidul District. Research location was chosen purposively based on fish consumption figures and food insecurity status. Data used primary data and secondary data. Primary data collected by survey and observation approach using a questionnaire to 30 households for each location. Analytical method used quantitative descriptive method. Results showed that Tabanan respondents preferred sea fish with tunas/skipjack and bloated types, while Gunungkidul respondents preferred freshwater fish, mostly catfish and tilapia. Preference for processed fish in Tabanan was mostly in boiled and salted fish. Respondents in Gunungkidul preferred presto milkfish and salted fish. The results also showed that fish consumption preferences in Tabanan and Gunungkidul communities were influenced by fish eating habits since childhood and fish prices. For this reason, the program to increase fish consumption should not only focus on school children, but also on housewives.

Keywords: consumer preferences, fish, consumption, household


Full Text:

PDF

References


Ariani, M., A. Suryana, S.H. Suhartini, dan H.P. Saliem. 2018. Keragaan Konsumsi Pangan Hewani Berdasarkan Wilayah dan Pendapatan di Tingkat Rumah Tangga. Analisis Kebijakan Pertanian 16(2): 147 – 163

Arthatiani, F.Y. 2018. Analisis Pola Konsumsi dan Permintaan Ikan Menurut Karakteristik Rumah Tangga di Indonesia. Tesis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Program Studi Sains Agribisnis. Bogor.

[BKP] Badan Ketahanan Pangan. 2017. Statistik Ketahanan Pangan 2017. Kementerian Pertanian. Jakarta.

[BKP] Badan Ketahanan Pangan. 2018. Direktori Perkembangan Konsumsi Pangan. Kementerian Pertanian. Jakarta.

[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Tabanan. 2018. Kabupaten Tabanan Dalam Angka 2018. BPS Kabupaten Tabanan. Tabanan.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali. 2018. Laporan Neraca Bahan Makanan Tahun 2018. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Denpasar.

Hariyadi, P. 2014. Industri Pangan: Menjawab Tantangan Ketahanan Pangan Mandiri dan Berdaulat. Foodreview Indonesia 9(12): 22 – 24

Hasan, I. 2008. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. Bumi Aksara. Jakarta.

Khomsan, A. 2010. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. PT Rajagrafindo Persada. Jakarta.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2018. Laporan Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan 2018. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Murdiati, A. dan Amaliah. 2013. Panduan Penyiapan Pangan Sehat Untuk Semua. Edisi II. Kencana Prenademedia Group. Jakarta.

Muzzayanah, M.A.U., S. Nurtini, R. Widiati, S.P. Syahlani, dan T.A. Kusumastuti. 2017. Analisis Keputusan Rumah Tangga dalam Mengkonsumsi Pangan Sumber Protein Hewani Asal Ternak dan Non Ternah: Studi Kasus di Propinsi DI Yogyakarta. Bulettin Peternakan 41(2): 203 – 211

Notoatmodjo, S. 2010. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasinya. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Ronny. 2014. Pemprov Sumbar Dorong Masyarakat Tingkatkan Konsumsi Ikan. http://jurnalsumatra.com. Diakses pada 28 Maret 2015.

Virgantari, F. 2012. Analisis Permintaan Produk Perikanan di Indonesia: Suatu Studi CrossSectional. Disertasi. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian. Bogor.

Wijayanti, M. 2011. Analisis Preferensi Konsumen Dalam Membeli Daging Sapi di Pasar Tradisional Kabupaten Karanganyar. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Yee, C.C., N.Tran , C.D. Dao, T.B. Sulser, M.J. Phillips, M. Batka , K. Wiebe and N. Preston. 2017. Fish to 2050 in the ASEAN region. Working Paper. WorldFish. International Food Policy Research Institute (IFPRI).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.