USAHATANI KOPI ARABIKA DESA BABADAN LERENG SELATAN DIENG KABUPATEN BANJARNEGARA

Dyah Ethika Noehdijati, Dwi Nugroho Wibowo, Makhmud Riyad, Afif Putranto

Abstract


Wilayah lereng selatan Dieng Kabupaten Banjarnegara termasuk Desa Babadan sedang mengembangkan usahatani kopi Arabika. Peneliti tertarik untuk meneliti dari aspek biaya dan pendapatannya. Tujuan penelitian adalah: Menghitung biaya dan pendapatan usahatani kopi Arabika pada umur 6 tahun di Desa Babadan lereng selatan Dieng Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian menggunakan metode survai. Jumlah responden dilakukan secara snowball sampling diperoleh sebanyak 20 responden. Metode analisis menggunakan analisis biaya dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata umur petani 47tahun, pendidikan 50 % lulusan SD, rata-rata luas lahan petani kopi sekitar 0,77ha, rata-rata jumlah pohon 646 pohon. Besarnya biaya usahatani kopi sekitar Rp8.955.825,00 /ha. Produksi sekitar 1090kg/ha, besarnya pendapatan sekitar Rp4.133.775,00. Besarnya R/C sekitar 1,24, artinya layak untuk dikembangkan.

Kata Kunci: Usahatani kopi Robusta, analisis biaya dan pendapatan.

 

The southern slope area of Dieng, Banjarnegara Regency including Babadan Village is developing an Arabica coffee farm. Researchers are interested in examining the aspects of costs and revenues. The research objectives are: Calculating the costs and income of Arabica coffee farming at the age of 6 years in the village of Babadan on the southern slope of Dieng, Banjarnegara Regency. The research method uses survey method. The number of respondents conducted by snowball sampling obtained as many as 20 respondents. The method of analysis uses cost and income analysis. The results showed that the average age of farmers 47 years, education 50% of elementary school graduates, the average area of coffee farmers around 0.77ha, the average number of trees 646 trees. The amount of coffee farming costs around IDR 8,955,825.00 / ha. Production around 1090kg / ha, the amount of income around Rp4,133,775.00. The amount of R / C is around 1.24, meaning that it is feasible to be developed.

Keywords: Robusta coffee farming, cost and income analysis


Full Text:

PDF

References


AAK. 1988. Budidaya Tanaman Kopi. Kanisius. Yogyakarta.

BPS. 2010. Data Tanaman Perkebunan di Indonesia. http://bps.go.id/. Diakses pada 18 Maret 2010

BPS. 2010. Topografi Rejang Lebong. Badan Pusat Statistik kabupaten rejang Lebong.

[BPDASSOP] Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo. 2013. Data Spasial Lahan Kritis Tahun 2013. Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo. Yogyakarta.

Hermanto, F. 1989. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.

ICO. 2017. World coffee consumption. http://www.ico.org/prices/new-consumptiontable.pdf. Diakses pada 27 September 2017.

Muzaki. 2017. Biji kopi mentah arabika Banjarnegara yang memenangi Festival Kopi (Coffea arabica) Banjarnegara menjadi yang terbaik dalam Festival Kopi Nusantara 2017 di Bondowoso, Jawa Timur. jateng.tribunnews.com/2017/.../petani-kopi-arabika- dibanjarnegar. Diakses pada 20 Oktober 2017

Nazir, M. 1999. Metode Penelitian Cetakan ke-4. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Prastowo, Bambang dkk. 2010. Budidaya dan Pasca Panen Kopi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.

Sudarto. 2017. Peluang Usaha UKM Kopi. Kementrian Perindustrian Rep. Indonesia

Soekartawi. 2005. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Penerbit Alfabeta. Bandung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.