PENINGKATAN KUALITAS BERAS PROTEIN TINGGI MELALUI PENANGANAN PASCAPANEN GABAH DI DESA DAWUHAN, KECAMATAN PADAMARA, KABUPATEN PURBALINGGA, PROVINSI JAWA TENGAH

Dyah Susanti, Rifah Ediati, Totok Agung Dwi Haryanto

Abstract


Desa Dawuhan merupakan salah satu desa di Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga yang sedang menggeliat untuk mengembangkan agroindustri berbasis padi. Petani yang semula menjual hasil panen berupa gabah, dikelola oleh Kelompok Karya Utama I mulai ditingkatkan nilai tambahnya melalui pengolahan padi menjadi beras. Penjualan dalam bentuk beras ini dapat meningkatkan nilai jual dan pendapatan petani dibandingkan jika kelompok tani menjual dalam bentuk gabah. Permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya wawasan petani mengenai penanganan panen dan pasca panen serta pemilihan varietas unggul yang dapat menghasilkan beras yang memiliki nilai komersial tinggi, termasuk beras premium dan beras khusus. Permasalahan lain yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan usaha tani ini adalah usaha sampingan masyarakat yaitu pembuatan batu bata dari tanah sawah yang digunakan untuk usaha pertanian. Kondisi ini menyebabkan produksi padi di desa tersebut menurun, karena berkurangnya tingkat kesuburan lahan sawah akibat lapisan atas (top soil) sebagian besar diambil untuk pembuatan batu bata. Kedua permasalahan ini dapat diupayakan pemecahannya melalui pemanfaatan inovasi teknologi berupa varietas unggul padi protein tinggi yang dirakit oleh peneliti Fakultas Pertanian Unsoed. Inovasi padi protein tinggi super pulen ini telah mendapatkan tanda daftar varietas hasil pemuliaan tanman dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian (Pusat PVTPP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Padi ini juga telah mendapatkan penghargaan dari Business Innovation Center, LIPI sebgai 109 Inovasi Indonesia Prospektif tahun 2017. Padi ini dapat berproduksi tinggi pada kondisi lahan marginal, memiliki kandungan protein tinggi serta kualitas fisik beras dan kualitas tanak yang menyamai padi japonica yang termasuk kategori beras khusus. Melalui Program PPM Berbasis Riset, kelompok Tani Karya Utama 1 mengenal varietas padi protein tinggi dan varietas padi lain yang dapat menghasilkan beras khusus, dan mengetahui teknik penanganan pasca panen serta pengemasan yang mendukung kualitas beras khusus yang dihasilkan. Diharapkan dari program ini, kelompok Tani Karya Utama I Desa Dawuhan Kecamatan Padamara, kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah ini memiliki kesiapan dalam pengembangan agroindustri beras khusus yang mempu mendukung kedaulatan pangan nasional berkelanjutan.

Kata kunci: beras khusus, protein tinggi, penyimpanan, kadar air gabah, pascapanen

 

Dawuhan is one of the villages in Padamara Subdistrict, Purbalingga Regency which is currently stretching to develop rice-based agroindustry. Farmers who originally sold their crops in the form of grain, managed by the Karya Utama I farmer group began to increase their added value through processing rice into rice. Sales in the form of rice can increase the selling value and income of farmers compared to if the farmer groups sell in the form of grain. The problem faced is the lack of farmers' insight on handling harvest and post-harvest as well as the selection of superior varieties that can produce rice that has high commercial value, including premium rice and special rice. Another problem faced in efforts to improve welfare through farming activities is the community side business, namely the manufacture of bricks from paddy land used for agricultural business. This condition causes the rice production in the village to decrease, due to the reduced level of fertility of the paddy fields due to the top layer (top soil) mostly taken for brick making. Both of these problems can be resolved through the use of technological innovations in the form of high-yielding high- protein rice varieties assembled by researchers at the Faculty of Agriculture Unsoed. This super- fluffier high-protein rice innovation has received a list of varieties of crop breeding results from the Center for Plant Variety and Agricultural Licensing Protection (Center for PVTPP) Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia. This rice has also received an award from the Business Innovation Center, LIPI as 109 Prospective Indonesian Innovations in 2017. This rice can produce high on marginal land conditions, has a high protein content and the physical quality of rice and the quality of the peers that match the japonica rice which belongs to the special rice category. Through the Research-Based PPM Program, the Karya Utama 1 farmer group recognizes high protein rice varieties and other rice varieties that can produce special rice and knows post-harvest handling and packaging techniques that support the quality of special rice produced. It is expected that from this program, the Karya Utama I farmer group Dawuhan Village Padamara District, Banyumas Regency, Central Java Province has readiness in developing a special rice agro-industry that is capable of supporting sustainable national food sovereignty.

Key words: specialty rice, high protein rice, storage, grain moisture, postharvest


Full Text:

PDF

References


Abdullah, S. 1995. Pengaruh cekaman kekeringan pada tiga tingkat pemupukan terhadap kadar hara dan hasil padi gogo di tanah masam. Dalam: Susanto, D. (Ed.) Risalah Seminar Balittan Sukarami. 23 – 33 p.

Allidawati dan Bambang K. 1993. Metode Uji Mutu Beras dalam Program Pemuliaan Padi. Dalam Padi. Hal. 363 – 375. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.

Damardjati. D.S. 1997. Masalah dan Upaya Peningkatan Kualitas Beras Ditinjau Dari Aspek Pra dan Pasca Panen Dalam Menghadapi Era Globalisasi. Makalah Seminar Pasca Panen. Peningkatan Kualitas dan Pelayanan masyarakat. Jakarta. 6 Mei 1997.

Darajat, A.A. dan M.Y. Samaullah. 1998. Toleransi beberapa genotype padi sawah terhadap cekaman kekeringan. Zuriat 9: 45 – 49

Deptan. 2008. Basis Data Pertanian. Departemen Pertanian. http://database.deptan.go.id /bdspweb/bdsp2007/hasil_kom.asp. Diakses pada 4 Maret 2008.

Deva, N. 1996. Strees tolerance in crops plant. In. Beyrouty, C.A. and F.D. Bueno (Ed). Proceeding of international conference on stress physiology of rice 28 February – 5 March 1994. IRRI Philippines. 123 – 145 p.

Menteri Pertanian. 2011. Keputusan Menteri Pertanian tentang Pelepasan Galur Padi Gogo Unsoed G10 sebagai Varietas Unggul Dengan Nama Inpago Unsoed 1. Kementerian Pertanian, Jakarta.

Salisbury, F.B. and C.W. Ross. 1995. Fisiologi tumbuhan Jilid 3. Perkembangan tumbuhan dan fisiologi lingkungan edisi ke-4 (terjemahan). ITB. Bandung.

Silitonga, T.S., S. Kartowinoto dan D. Suardi. 1993. Penyaringan ketahanan 500 varietas/galur padi terhadap kekeringan. Penelitian Pertanian 13: 52 – 57

Sood, B.C., and E.A. Siddiq. 1980. Studies on Component Quality Attributes of Basmati Rice, Oryza sativa L.

Suprihatno, B, et al. 2010. Deskripsi Varietas Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.