KAJIAN TENTANG KONSEP KEWIRAUSAHAAN SOSIAL SEBAGAI MODAL SIMBOLIK MASYARAKAT BANYUMAS UNTUK MENGELOLA PENANGANAN KAMPUNG KUMUH “SRI RAHAYU”

Marsukin Marsukin

Abstract


Masyarakat Banyumas memiliki kearifan lokal berupa etika “cablaka” atau “blakasuta” suatu world view yang mencerminkan sifat egalitarianisme yang berpotensi untuk mengelola kewirausahaan sosial. Pengelolaan Kewirausahaan yang dijadikan sebagai model adalah warga Kampung Sri Rahayu (slum area) yang warganya berasal dari latarbelakang profesi, agama, status sosial ekonomi yang beranekaragam. Kampung Sri Rahayu memiliki habitus yang berbeda karena dianggap sebagai sarang perilaku menyimpang. Kampung Sri Rahayu menjadi tempat (field) bermukimnya para penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti anak telantar, tuna susila, gelandangan, pengemis dan pemulung. Kampung “Sri Rahayu” di kelurahan Karangklesem, kecamatan Purwokerto Selatan yang sebelumnya dikenal dengan “Kampung Dayak” merupakan wilayah kumuh (slum area) di Perkotaan. Bupati melihat fenomana kampung Sri Rahayu sebagai wilayah yang mendesak untuk dikelola dan ditangani melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi sejak tahun 2015 telah melakukan kajian dan penanganan PMKS di wilayah tersebut. Namun hasil kajian dan penangan PMKS belum menghasilkan dampak yang signifikan. Padahal keberadaan masyarakat kampung Sri Rahayu, memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan dan diberdayaakan. Warga kampung Sri Rahayu telah memilki usaha yang memilki poetensi untuk dikembangkan menjadi usaha kecil dan menengah (micro & small scale enterprise). Pandangan komunitas kampung Sri Rahayu sendiri menganggap diri mereka sebagai masyarakat yang berbeda. Perbedaan ini berhasil dikelola dengan dasar kearifan lokal dengan modal simbolik. “Cablaka” atau “blakasuta” menjadi modal sosial dan budaya dalam mengelola perbedaan sosial, ekonomi dan budaya. Kajian tentang pemanfaatan kearifan lokal berupa etika “cablaka” dalam mengelola kebhinekaan merupakan hasil riset yang telah dilakukan dengan metode etnografi dengan sasaran penelitian warga slum area kampung “Sri Rahayu” di Kota Purwokerto, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

 

Kata kunci: Habitus, Kewirausahaan sosial, capital dan ranah

 

The people of Banyumas have local wisdom of social entrepneurship, a world view reflecting the nature of egalitarianism that has the potential to manage diversity. The management of diversity used as a model is the residents of “Kampung Sri Rahayu” slum settlement whose residents come from various backgrounds of work, religion and socioeconomic status. Kampung Sri Rahayu has a different habitus because it is considered as a hive of deviant behavior. Kampung Sri Rahayu became the residence of people with social welfare problems (PMKS), such as abandoned children, prostitutes, homeless, beggars and scavengers. Kampung Sri Rahayu located in Karangklesem village, South Purwokerto Sub District formerly known as "Kampung Dayak" is a slum settlement in urban area. The Regent saw the phenomenon of Kampung Sri Rahayu (Doxa) as an area that needs to be managed and handled through the Department of Social Affairs, Manpower and Transmigration which since 2015 has conducted study and handling of PMKS in the region. However, the results of the study and handling of PMKS have not produced significant impact. Whereas, the existence of Kampung Sri Rahayu community has considerable potential to be developed and empowered. The residents of Kampung Sri Rahayu have a business that has the potential to be developed into micro and small scale enterprise. The community of Kampung Sri Rahayu considered themselves as different people. This distinction is successfully managed on the basis of local wisdom with symbolic capital. "Cablaka" or "blakasuta", became the social and cultural capital in managing social, economic and cultural differences. The study on the utilization of local wisdom in the form of "cablaka" ethics in managing diversity is the result of research that has been conducted with ethnography method where the research target is the residents of “Kampung Sri Rahayu” slum settlement in Purwokerto City, Banyumas district, Central Java.

 

Key words: Habitus, Social entrepreurship, capital and domain


Full Text:

PDF

References


Adi, I.S. 2013. Intervensi Komunitas dan Pengembangan Masyarakat: Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Rajawali Pers. Jakarta.

Adisasmita, R. 2006. Membangun Desa Partisipatif. Graha Ilmu. Yogyakarta

Creswell, W.J. 2009. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Third Edition. Sage Publications. California.

Hasibuan, S. 2011. Koperasi Indonesia Abad Ke-21. Buletin Fakultas Ekonomi Universitas Al-Azhar Indonesia.

Janice E. Perlman. 1976. The Myth of Marginality: Urban Poverty and Politics in Rio de Janeiro. University of California. Barkeley.

Lewis, Oscar. 1965. La Vida: A Puerto Rican Family in Culture of Poverty. Random Hause. New York.

Masrukin. 2006. Karakteristik sosial ekonomi kampung Sri Rahayu. Jurnal Interaksi 3

Miles, M.B., & Huberman, A.M. 2007. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan: Rohidi TR. UI Press. Jakarta.

Suswanto, B., Handoko, W., & Sabiq, A. 2013. Model Community Development sebagai Strategi Pemberdayaan Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Review Politik 3(2)

Sabiq, A., Masrukin., Handoko, W., Sulaiman, A.I. 2014. Implementation of Community Development Model as a Strategy for Institutional Strengthening and Village Empowerment. Proceeding The 6th International Graduate Students and Scholar’s Conferences in Indonesia. Yogyakarta, November 19th – 20th, 2014.Universitas Gadjah Mada.

Waxman, Chaim I. 1977. The Stigma of Povery: a critic of Poverty Theries and Policies. Pergamon Press. New York.

-------------. 2014. Model Pemberdayaan Masyarakat Pascaerupsi Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Jurnal Komunitas Research and Learning in Sociology and Anthropology 5(2)

----------------. 2015. Community Empowerment Model through Cooperative for the Villages Most Severely Affected By Eruption of Merapi. Journal Conference on Social Science and Humanity 2014 Hong Kong. The JCSSH 2A143. http://iedrc.org/.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.