PENGEMBANGAN DESA KETAHANAN PANGAN MENJADI DESA EDUWISATA

Chusmeru Chusmeru, Bambang Kuncoro

Abstract


Potensi ketahanan pangan dan kearifian lokal yang dimiliki masyarakat Desa Wonoharjo dan Desa Serang menjadi modal utama dalam pengembangan kawasan Agrowisata dan Eduwisata untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengembangan ketahanan pangan menjadi desa eduwisata. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus. Informan penelitian ditentukan secara purposif terdiri dari kelompok tani, kelompok usaha pengurus agrowisata, dan perangkat desa di Desa Wonoharjo Kecamatan Rowokele Kabupaten Kebumen dan Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis pengembangan komunitas. Hasil penelitian menunjukan: (1) Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang sudah dilaksanakan pada tahapan penyuluhan dan pelatihan, namun belum maksimal pada kegiatan pendampingan, monitoring, evaluasi, strategi promosi dan pemasaran serta kemitraan. (2) Desa Wonoharjo yang memiliki potensi ketahanan pangan dapat mengadopsi keberhasilan Desa Serang Karangreja sebagai desa agrowisata dan eduwisata  berbasis ketahan pangan.

 

Kata kunci: eduwisata, kearifan lokal, ketahanan pangan, kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat

 

Wonoharjo Village and Serang Village have the potential for food security and local wisdom which are the main capital in the development of Agro Tourism and Education areas to improve welfare and independence. The study aims to analyze the development of food security into an educational tourism (edutourism) village. The study used qualitative method of case study. The informants were determined purposively consisting of farmer groups, agro-tourism business groups, and village officials in Wonoharjo Village Rowokele Sub-District Kebumen District and Serang Village Karangreja Sub-District Purbalingga District. Data were collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis used community development analysis. The results showed: (1) The implementation of community empowerment programs that have been carried out at the stages of counseling and training, but not maximally in the activities of assistance, monitoring, evaluation, promotion and marketing strategies and partnerships. (2) Wonoharjo Village, which has food security potential, could be adopt the success of Serang Karangreja Village as agro-tourism and edu-tourism village based on food security.

 

Keywords: community empowerment, edutourism, entrepreneurship, food security, local wisdom


Full Text:

PDF

References


Budi, N. D. A., Soeaidy, M. S., & Hadi, M. 2013. Implementasi Proggram Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peelatihan Keterampilan Dasar (Studi di Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya). Jurnal Administrasi Publik (JAP) 1(5) : 862-871.

Choi, I. 2014. What explains the success of participatory budgeting? Evidence from seoul autonomous districts. Journal of Public Deliberation 10(9): 1-19.

Dewi, M.H.U., Fandeli, C., & Baiquni, M. 2013. Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal Di Desa Wisata Jatiluwih Kabupaten Tabanan, Bali. Kawistara, 3(2), 129-139. https://doi.org/10.22146/kawistara.3976

Dhak, B. 2014. Food security act, 2013: Oppurtunities and challenges for the Backward States in India. Journal of Rural Development 33(4) :475-491

Goidel, R. K., Freeman, C. M., Procopio, S., & Zewe C. F. 2008. Who participates in the public square and does it matter?. Public Opinion Quarterly, 72(4), 792-803. https://doi.org/10.1093/poq/nfn043 Government Regulation No. 44/1997 on partnership.

Gunawan, I. M. 2016. Pengembangan Agrowisata untuk Kemandirian Ekonomi dan Pelestarian Budaya di Desa Kerta, Payangan Gianyar. Jumpa, 3(1), 156-174. https://doi.org/10.24843/JUMPA.2016.v03.i01.p11

Hermita, N. 2010. Potensi Pengembangan Tumbuhan Obat Sebagai Objek Ekowisata Di Desa Pakuli Kawasan Penyangga Taman Nasional Lore Lindu Propinsi Sulawesi Tengah. Tesis. UGM. Yogyakarta.

Hidayat, M. 2011. Strategi Perencanaan dan Pengembagan Objek Wisata (Studi Kasus Pantai Pangandaran Kabupaten Ciamis Jawa Barat). Tourism and Hospitality Essentials (THE) Journal, 1(1), 1-33. https://doi.org/10.17509/thej.v1i1.1879

Huraerah, A. 2011. Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat: Model dan Strategi Pembangunan Berbasis Kerakyatan. Humaniora. Bandung.

Kakati, B. K., & Behera, M. C. 2014. Women workers and their status in MGNREG programme: A study in Jharkhand. Journal of Rural Development 33(3) :281-290.

Kenny, S. (1999). Developing Communities For The Future Development The Australia. Nelson Australia Prelimited. Australia.

Mardikanto, T., & Soebiato, P. 2012. Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Alfabeta. Bandung.

Parma, P. G. 2014. Pengembangan Model Penguatan Lembaga Pertanian sebagai Prime Mover Pembangunan Kawasan Daerah Penyangga Pembangunan (DPP) Destinasi Wisata Kintamani Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(1), 380-393. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v3i1.2928

Peterman, A., Behrman, J., & Quisumbing, A. 2011. A Review of Empirical Evidence on Gender Differences in Nonland Agricultural Inputs, Technology, and Services in Developing Countries, United Nation: International Food Policy Research Institute.

Pradini, DP., Rahayu, MJ., & Putri, RA., 2017. Klasifikasi Karakteristik Dampak Industri pada Kawasan Pemukiman Terdampak Industri di Cemani Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Arsitektura 15(1): 215-220.

Purwanto. 2003. Perubahan pola pencaharian nafkah masyarakat petani di sekitar Kawasan Industri (Kasus di Desa Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur). Tesis. IPB. Bogor.

Ridwan, M., Fatchan A., & Astina I. K. 2016. Potensi Objek Wisata Toraja Utara Berbasis Kearifan Lokal sebagai Sumber Materi Geografi Pariwsata. Jurnal Pendidikan, 1(1), 1- 10. https://doi.org/10.17977/jp.v1i1.6601

Santosa, I.G.N., Adnyana, G.M., & Dinata, I.K.K. 2011. Dampak Alih Fungsi Lahan Sawah Terhadap Ketahanan Pangan Beras. Prosiding Seminar Nasional Budidaya Pertanian. Bengkuli 7 Juli 2011: 1-11.

Saputra, W., & Nurrizka, RH. 2012. Faktor Demografi dan Gizi Buruk dan Gizi Kurang. Jurnal Makara Kesehatan 16(2): 95-101.

Sholikhah, A., Rustiana, ER., & Yuniastuti, A. 2017. Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Pedesaan dan Perkotaan. Public Health Perspective Journal 2(1): 9 – 18.

Soegiharto, S. 2011. Pemberdayaan Perempuan di Pemukiman Transmigrasi untuk Percepatan Penganekaragaman pangan Berbasis Sumberdaya Lokal. Jurnal Ketransmigrasian 28(2) : 89-102.

Soleh, C. 2014. Dialektika Pembangunan dengan Pemberdayaan, Fokusmedia. Bandung.

Subyantoto, A., & Suwarto. 2007. Metode dan Teknik Penelitian Sosial. Penerbit Andi. Yogyakarta.

Sulaiman, A.I., Lubis D.P., Susanto, D., & Purnaningsih, N. 2015. Komunikasi Stakeholder dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Mimbar, 31(2), 367-378. https://doi.org/10.29313/mimbar.v31i2.1467

Sulaiman, A.I., Sugito, T., & Sabiq, A. 2016. Komunikasi Pembangunan Partisipatif untuk Pemberdayaan Buruh Migran. Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(2), 233-252. https://doi.org/10.24002/jik.v13i2.734

Suratmo, G. 2004. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta:

Suryana, A. 2014. Menuju Ketahanan Pangan Indonesia Berkelanjutan 2025: Tantangan Penanganannya. Forum Penelitian Agro Ekonomi 32(2): 123-135.

Undang-Undang Nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.