PERTUMBUHAN TIGA VARIETAS KEDELAI DENGAN BENTUK DAUN DAN JARAK TANAM BERBEDA

Khavid Faozi, Achmad Iqbal, Supartoto Supartoto

Abstract


Salah satu upaya mengoptimalkan penggunaan lahan yaitu dengan penambahan populasi tanaman per satuan luas lahan yang disesuaikan dengan bentuk morfologi daun kedelai. Tujuan penelitian ini yaitu: mengetahui pengaruh perbedaan bentuk daun, jarak tanam, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan kedelai. Percobaan lapangan dilakukan di lahan sawah kebun percobaan Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto, menggunakan rancangan faktorial 4x3 meliputi variasi jarak tanam kedelai yaitu J1= jarak tanam 30 cm x 10 cm, J2= jarak tanam 40 cm x 10 cm, J3= jarak tanam 30 cm x 20 cm, dan J4= jarak tanam 40 cm x 20 cm, dikombinasikan dengan ragam bentuk daun kedelai meliputi: B1= bentuk daun lanceolate (Varietas Mutiara 1), B2= bentuk daun oval (Varietas Anjasmoro), B3= bentuk daun agak bulat (Varietas Devon 2). Data hasil pengamatan dianalisis keragamannya (Uji F) dengan model rancangan acak kelompok lengkap pada taraf kesalahan 5%. Apabila terdapat perbedaan nyata dan sangat nyata, dilanjutkan dengan uji jarak ganda duncan (DMRT) pada tingkat kesalahan 5%. Tanggapan pertumbuhan tiga kultivar kedelai yang beragam bentuk daunnya relatif sama pada pengaturan jarak tanam yang berbeda menunjukkan tidak terdapat interaksi antar faktor perlakuan yang dicoba. Varietas Mutiara 1 tanamannya paling pendek, tetapi mempunyai percabangan paling banyak dibandingkan Varietas Anjasmoro dan Devon 2, dan ketigannya mempunyai biomassa tanaman yang sama. Secara umum tanaman kedelai mempunyai jumlah daun, jumlah cabang, jumlah buku, dan bobot kering tanaman yang paling tinggi pada jarak tanam yang lebar (30 cm x 20 cm dan 40 cm x 20 cm) yang berarti tingkat pertumbuhannya lebih tinggi.

Kata kunci: pertumbuhan, bentuk daun, jarak tanam, varietas kedelai

 

One effort to optimize land use is by increasing plant population per unit area of land adjusted to the morphological shape of soybean leaves. The purpose of this study are: to determine the effect of differences in leaf shape, spacing, and the interaction of both of them on soybean growth. Field experiments were carried out in the rice fields of the Faculty of Agriculture Unsoed Purwokerto experiment, using a 4x3 factorial design including variations in soybean spacing namely J1= spacing of 30cm x 10 cm, J2= spacing of 40cm x 10 cm, J3= spacing of 30 cm x 20 cm, and J4= spacing of 40 cm x 20 cm, combined with various forms of soybean leaves including: B1= lanceolate leaf shape (Mutiara Variety 1), B2= oval leaf shape (Anjasmoro Variety), B3= slightly rounded leaf shape (Devon 2 Variety). The observed data were analyzed for diversity (F-test) with a complete randomized block design model at an error level of 5%. If there is a significant difference, followed by Duncan multiple range test (DMRT) at 5% error level. The response of the growth of three soybean cultivars with relatively different leaf shapes at different spacing settings showed no interaction between the treatment factors that were tried. Mutiara 1 plant variety is the shortest, but has the most branching compared to Anjasmoro and Devon 2 varieties, and all three have the same plant biomass. In general, soybean plants have the highest number of leaves, number of branches, number of books, and dry weight of plants at a wide spacing (30 cm x 20 cm and 40 cm x 20 cm), which means a higher growth rate.

Key words: the growth, leaf shape, spacing, soybean varieties


Full Text:

PDF

References


Adie, M.M. & G.W. Anggoro. 2000. Pembakuan dan pengelompokan ukuran daun kedelai di Indonesia. Dalam: Komponen Teknologi untuk Meningkatkan Produktivitas Kacangkacangan dan Umbi-umbian. Soedarjo et al., (Eds.). Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Bogor, Bogor.

Adisarwanto, T. 2008. Budidaya Kedelai Tropika. Penebar Swadaya. Jakarta.

Arwin, H. Is Mulyana, Tarmizi, Masrizal, K. Faozi & M.M Adie. 2012. Galur Mutan Harapan Kedelai Super Genjah Q-298 dan 4-Psj. Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi 8(2): 107 – 116

Carlson, J.B. 1973. Morphology. P. 17-95. In: B.E. Caldwell (Eds.). Soybean: Improvement, production, and uses. Amer. Soc. of Agron. Wisconsin.

Chaudhari, G.S. & J.A. Inamdar. 1984. Leaf architecture of some Acanthaceae. Bot. Mag. 97: 469 – 481

Gardner, F.P., R.B. Pearce, & R.L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Hasbianto, A. 2015. Kedelai Mutiara 1. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Selatan. Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Heddy, S., W.H. Susanto, & M. Kurniati. 1994. Pengantar Produksi Tanaman dan Penanganan Pasca Panen. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Irwan, A.W. & F.Y. Wicaksono. 2017. Perbandingan pengukuran luas daun kedelai dengan metode gravimetri, regresi, dan scanner. Jurnal Kultivasi 16(3): 425 – 429

Kinasih, M.E., S. Zubaidah., & H. Kuswantoro. 2017. Karakter morfologi daun galur kedelai hasil persilangan varietas introduksi dari Korea dengan Argomulyo. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains (SNPS) 319 – 329 pp.

Krisnawati, A. & M.M. Adie. 2017. The leaflet shape variation from several soybean genotipe in Indonesia. Biodiversitas 18(1): 359 – 364

Riawati., A. Rasyad & Wardati. 2016. Respon empat varietas kedelai (Glycine max (L). Merril) terhadap pemberian beberapa dosis pupuk fosfor. Jom Unri 3(1): 56 – 62

Samingan, T. 1982. Dendrologi. Gramedia. Jakarta.

Stepphun, H., M.T.V. Genuchten, & C.M. Grieve. 2005. Root-zone salinity: I. Selecting aproductyield index and respone function for crop. Crop Sci. 45: 221 – 232

Taufiq, A. dan T. Sundari. 2012. Respon tanaman kedelai terhadap lingkungan tumbuh. Buletin Palawija 23: 13 – 26


Refbacks

  • There are currently no refbacks.