PENDAMPINGAN APLIKASI PENGAWET NIRA ALAMI TANGKIS DAN TINGKAT PENERIMAAN PENGRAJIN GULA KELAPA DI DESA GANDATAPA, KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS

Tri Yanto, Karseno Karseno, Mujiono Mujiono

Abstract


Nira kelapa mudah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas mikroba. Kerusakan nira kelapa dapat dihambat dengan menambahkan beberapa bahan pengawet nira. TANGKIS merupakan produk pengawet nira yang bisa langsung digunakan secara praktis dan diformulasikan dari bahanbahan alami campuran antara kapur dengan kayu nangka dan kulit buah manggis sehingga produk gula yang dihasilkan aman. Untuk mengetahui bagaimana penilaian konsumen terhadap produk TANGKIS, maka dilakukan pendampingan terhadap pengrajin gula kelapa untuk menggunakan pengawet nira alami TANGKIS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan terhadap tingkat penerimaan produk TANGKIS pada pengrajin gula kelapa. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kaji tindak dengan responden sebanyak 30 orang. Responden ditentukan melalui metode purposive sampling. Data yang diperoleh dari responden dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan pendampingan meningkatkan penerimaan terhadap produk TANGKIS, baik pada tingkat kesukaan maupun pada tingkat ketertarikan.

Kata kunci: gula kelapa cetak, pengawet nira, Tangkis, penerimaan konsumen

 

Coconut sap is easily damaged due to enzymatic and microbial fermentation. To prevent sap damaged, it can be done by adding sap preservative to the sap container before it being used to tap the sap. TANGKIS is a natural sap preservative product made of jackfruit wood powder, lime powder and mangosteen rind powder to improve coconut sugar quality and safety. To know the consumer acceptance of TANGKIS, the farmers have been trained to practice the use of natural preservatives TANGKIS. This research was aimed to know the influence of assistance activities on the level of farmers acceptance of TANGKIS product. This research was held in Gandatapa Village, Sumbang, Banyumas Regency. This research was conducted by the method of action research with 30 respondents. Respondents were determined by purposive sampling method. The data obtained from respondents analyzed using paired sample T test. The result of this research showed that the assistance activities on the application of TANGKIS can improve the acceptance level of TANGKIS product, either on the level of product preference and the level of product interests.

Key words: Coconut sugar, coconut sap preservative, TANGKIS, consumer acceptance


Full Text:

PDF

References


Budiyanto. 2012. Efektifitas Nira Aren Sebagai Bahan Pengembang Adonan Roti. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea (1). 26 – 35

Catrien, Y.S. Surya dan T. Ertanto. 2008. Reaksi Maillard Pada Produk Pangan. PKM Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Dyanti, R. 2002. Studi Komparatif Gula Merah Kelapa dan Gula Merah Aren. Skripsi. Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB. Bogor.

Eka P., Agustinus dan Halim, A. 2008. Pembuatan Bioethanol dari Nira Siwalan Secara Fermentasi Fase Cair Menggunakan Fermipan. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/3867. Diakses pada 20 April 2019

Hadani, A.L. 2009. Studi Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Minat Beli Ulang. Magister Manajemen Universitas Diponegoro. Semarang.

Hariyanti, D.A. 2011. Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Persepsi Harga, dan Kualitas Layanan Terhadap Minat Beli Ulang Produk Perlengkapan Kunci di PT. Kenari Djaja Prima Semarang. Jurnal Sains Pemasaran Indonesia 10(1): 47 – 87

Karseno., R. Setyawati, dan P. Haryanti. 2013. Penggunaan Bubuk Kulit Buah Manggis Sebagai Laru Alami Nira Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Gula Kelapa. Jurnal Pembangunan Pedesaan 13(1): 27 – 28

Kotler, P. 2005. Manajemen Pemasaran, diterjemahkan oleh Benyamin Molan. Edisi 11, Jilid 1. PT Indeks Kelompok Gramedia. Jakarta.

Msagati, T. A. M. 2013. Chemistry of food additives and preservatives. Wiley-Blackwell, Iowa, USA.

Naufalin, R. T. Yanto., dan A. Sulistyaningrum. 2013. Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Pengawet Alami Terhadap Mutu Gula Kelapa. Jurnal Teknologi Pertanian 14(3): 165 – 174

Naufalin, R., T. Yanto, dan A. G. Binardjo. 2012. Penambahan Konsentrasi Ca(OH)2 dan bahan pengawet alami untuk peningkatan kualitas nira kelapa. Jurnal Pembangunan Pedesaan 12(2): 86 – 96

Nurdjannah, N. 2004. Diversifikasi Penggunaan Cengkeh. J. Litbang Pertanian 3(2): 61 – 70

Nursten, H. 2005. The Maillard Reaction: Chemistry, Biochemistry and Implication, The Royal Society of Chemistry. Atheneum Press Ltd. Cambridge, UK. p. 214.

Peter, J,P. and Olson, JC. 1999. Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. Erlangga. Jakarta

Prawirosentono, S. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia: Kebijakan Kinerja. BPFE. Yogyakarta.

Samarajeewa, U. 1985. Effect of Sodium Metabisulphide on Ethanol Production in Coconut Inflorescence Sap. Food Microbiol 2 (1): 11 – 17

Setyamidjaja, D. 2008. Bertanam Kelapa: Budidaya Dan Pengolahannya. Kanisius. Yogyakarta.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Afabeta. Bandung.

Sukardi. 2010. Gula Merah Tebu: peluang meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan agroindustri pedesaan. Jurnal Pangan 19(4): 317 – 330

Sutrisno, C. D. A., dan W. H. Susanto. 2014. Pengaruh Penambahan Jenis dan Konsentrasi Pasta (Santan dan Kacang) Terhadap Kualitas Produk Gula Merah. Jurnal Pangan dan Agroindustri 2(1): 97 – 105

Tjahjaningsih, J. 1997. Potensi dan Kualitas Gula Kelapa Sebagai Bahan Pangan. Lokakarya Regional Kerjasama Pengembangan Industri Makanan Produk Alami. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.

Tjiptono, F. 2008. Pemasaran Strategik. Edisi 1. Andi. Yogyakarta.

Winarno, F. G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. IPB Press. Bogor.

Zeithaml, V.A. and Bitner, M.J. 2003. Service Marketing-Integrating Customer Focus Across The Firm. 3rd Edition. McGraw Hill. New York.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.