PRODUKSI BAKTERIOSIN Bifidobacterium Bb2E DENGAN METODE AMONIUM SULPHATE PRECIPITATION DAN UJI PENGHAMBATANNYA TERHADAP BAKTERI MULTI DRUGS RESISTANT (MDR)

Dyah Fitri Kusharyati, Dini Ryandini, Pancrasia Maria Hendrati

Abstract


Pengembangan spesies indigenous dan penerapannya untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam lokal telah dilakukan dengan tujuan mengisolasi, karakterisasi, pengembangan, dan penerapan mikroba dalam rangka meningkatkan nilai tambah sumber daya alam lokal. Namun demikian, masih perlu memperkaya koleksi kultur, terutama koleksi kultur potensial untuk produk fermentatif. Salah satu mikroba potesial untuk produk fermentatif adalah Bifidobacterium Bb2E. Isolat tersebut merupakan isolat potensial hasil isolasi dari feses bayi berumur 10 hari, dengan karakter Gram positif, bentuk batang Y, nonmotil,anaerob, tidak membentuk spora dan memiliki kemampuan menghasilkan senyawa antimikroba bakteriosin. Bakteriosin memiliki potensi untuk dijadikan sebagai antibakteri dalam melawan bakteri Multi Drugs Resistant (MDR) yang merupakan jenis bakteri yang memiliki resistensi terhadap beberapa macam antibiotik. Bakteriosin juga memiliki manfaat dalam biopreservatif atau pengawet alami makanan. Tujuan penelitian adalah mengetahui kemampuan isolat Bifidobacterium Bb2E dan aktivitas bakteriosinnya dalam menghambat bakteri MDR. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan adalah kemampuan isolat Bifidobacterium Bb2E terhadap bakteri MDR. Parameter yang diamati adalah zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri uji. Hasil yang diperoleh Isolat Bifidobacterium Bb2E mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji MDR: S. aureus, P. aeruginosa dan E. coli dan bakteriosin Bifidobacterium Bb2E menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap bakteri uji MDR S. aureus, P. aeruginosa serta E. coli dengan diameter zona hambat terbesar pada bakteri uji S.aureus sebesar 10,67 mm.

Kata kunci: Bifidobacterium Bb2E, MDR, bakteriosin, zona hambat.


The development of indigenous species and their application to increase the added value of local natural resources has been carried out with the aim of isolating, characterizing, developing and applying microbes in order to increase the added value of local natural resources. However, it is still necessary to enrich the culture collection, especially the potential culture collection for fermentative products. One of the potential microbes for fermentative products is Bifidobacterium Bb2E. The isolate is a potential isolate resulting from the isolation of feces of 10-day-old infants, with Gram positive characters, Y-shaped, non-motile, anaerobic, does not form spores and has the ability to produce bacteriocin antimicrobial compounds. Bacteriocin has the potential to be used as an anti-bacterial against Multi Drugs Resistant (MDR) bacteria which is a type of bacteria that has resistance to several kinds of antibiotics. Multi Drugs Resistant (MDR) which is a type of bacteria that has resistance to several kinds of antibiotics. Bacteriocin also has benefits in biopreservative or natural food preservatives. The purpose of this study was to determine the ability of Bifidobacterium Bb2E isolates and their bacteriocin activity to inhibit MDR bacteria. The research used Completely Randomizesd Desigm (CRD),it’s consisted the ability of Bifidobacterium Bb2 isolates to MDR bacteria.The parameter observed the inhibitory zone to test bacterial growth. The results showed that the Bifidobacterium Bb2E isolate was able to inhibit the growth of MDR test bacteria: S. aureus, P.aeruginosa, E.coli and Bifidobacterium Bb2E bacteriocin showed inhibitory activity against the MDR test bacteria S. aureus, P. aeruginosa and E. coli with the largest inhibitory zone diameter in the S. aureus test bacteria of 10.67 mm.

Key words: Bifidobacterium Bb2E, MDR, bacteriocin, inhibitory zone.


Full Text:

PDF

References


Bauer, A.W., Kirby, W.M., Sheris, J.C. and Truck M. 1966. Antibiotic susceptibility testing by a standadized single disc Method. Am J. Clin. Pathol. 45: 149 – 158 pp.

Desniar, I. Rusmana, A. Suwanto, and N.R. Mubarik. 2011. Screening for Bacteriocin of Lactic Acid Bacteriosin from Bekasam. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 9(2): 124 – 133 pp.

Firdaus, R. 2013. Antagonisme Bakteri Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. terhadap Bakteri Vibrio Parahaemolitycus Patogen pada Udang Windu (Peneus monodon Fab). Jurnal Dimensi UNRIKA 2(2): 1 – 14 pp.

Kusmarwati, A., F.R. Arief, dan S. Haryati. 2014. Eksplorasi Bakteriosin dari Bakteri Asam Laktat asal Rusip Bangka dan Kalimantan. JPB Perikanan 9(1): 29 – 40 pp.

Martinez, F.A.C., Eduardo, M.B., Attilo, C., Paul D.C, and Ricardo, P.S.O. 2013. Bacteriosin Production by Bifidobacterium spp. A. Review. Biotechnology Advances 31: 482 – 488 pp.

Perez, R.H., T. Zendo, & K. Sonomoto. 2014. Novel Bacteriocins from Lactic Acid Bacteria (LAB): Various Structures and Applications. Microbial Cell Factories 13(1): 1 – 13 pp.

Pringgenis, D., M. Jumiati, dan A. Ridho. 2015. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Nidibranch Polka-dot (Jorunna funebris) (Gastropoda: Moluska) Terhadap Bakteri Multidrugs Resistant (MDR). Jurnal Ilmu Kelautan 20(4): 195 – 206 pp.

Ruzanna. 2011. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat (BAL) Penghasil Antibakteri dari Feses Bayi. Tesis. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Malang.

Sharmila P.S and Vidya A.K. 2015. Characterization and Antibacterial Activity of Bacteriocin Producing Bacillus subtilis Isolated from Raw Milk. International Journal on Applied Bioengineering 9(2): 1 – 9 pp.

Usmiati,S. dan T. Marwati.2007. Seleksi dan Optimasi Proses Produksi Bakteriosin dari Lactobacillus sp. Jurnal Pascapanen 4(1): 27 – 39 pp.

Zhao, R., G. Duan,T. Yamg, S. Niu, and Y.Wang.2015. Purification, Characterization and Antibacterial Mechanism os Bacteriocin from Lactobacillus scidophilus XHI. Ropicak of Pharmaceutical Research 14(6): 989 – 995 pp.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.