PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) GUNUNG TUGEL, DESA KEDUNGRANDU, KECAMATAN PATIKRAJA, KABUPATEN BANYUMAS

Laely Priatna, Wahyu Hariadi, Elly Kristiani Purwendah

Abstract


Perkembangan pembangunan di kota Purwokerto dalam jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi mengakibatkan bertambahnya volume sampah. Untuk mengatasi permasalahan sampah disetiap daerah wajib memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagaimana diatur dalam pasal 6 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Pemerintah Kabupaten Banyumas memiliki TPA Gunung Tugel sebagai tempat pembuangan akhir yang terletak di Desa Kedungrandu dengan luas lahan ± 5 Ha. Namun TPA tersebut ditutup pada tahun 2016 disebabkan karena kurang maksimalnya pengelolaan sampah
dengan metode open dumping (pembuangan terbuka), terbatasnya lahan, dan kurangnya sarana dan prasarana, sehingga berdampak terhadap pencemaran udara, timbulnya gas methane yang menimbulkan bau busuk, berjangkitnya penyakit, dan tercemarnya air tanah oleh air lindi. Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris, data yang digunakan adalah data primer melalui observasi dan wawancara kepada narasumber dan responden sebagai data utama, data sekunder sebagai data pendukung berupa bahan bahan hukum, metode deskriptif kualitatif yang digunakan untuk melakukan analisis. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan timbulan sampah dari dampak negatif pengelolaan sampah dengan metode open dumping.

Kata kunci: pengelolaan sampah, open dumping, sanitary landfill, Tempat Pembuangan Akhir


Full Text:

PDF

References


Aisyah. 2013. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Masyarakat Di Rt50 Kelurahan Sungai Pinang Dalam (Tinjauan Peraturan Daerah KotaSamarinda Nomor 02 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Sampah). Beraja Niti 2(12).

BanyumasKab.go.id, Protal Resmi Kabupaten Banyumas, Kelola Sampah dari

Sumbernya,diaksesdarihttps://www.banyumaskab.go.id/news/27499/kelola-sampah-darisumbernya#.XaclPmAzbIU, pada tanggal 26 Agustus 2019 pukul 18.47 WIB.

Damanhuri, E. 2006. Perolehan Kembali Materi-Energi Dari Sampah,Prosiding Seminar Nasional Teknologi Lingkungan IV, Surabaya.

Djuli Murtadho dan Gumbira Said. 1988. Penanganan Dan Pemanfaatan Limbah Padat, PT Melton Putra, Jakarta. Emil Salim.1986. Pembangunan Berwawasan Lingkungan, LP3ES, Jakarta.

Kartikawan,Yudhi. 2009. Pengelolaan Persampahan. Jurnal Lingkungan Hidup. YogyakartA.

Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah. Lembaran Daerah Kabupaten Banyumas tahun 2012 Seri E.

Purwendah, Elly Kristiani. 2019. Perlindungan Lingkungan Dalam Prespektif Prinsip Kehati-hatian (Precautionary Principle). Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Radar Banyumas, Hanya Bertahan 7 Tahun Lagi, diakses dari https://radarbanyumas.co.id/hanyabertahan-7-tahun-lagi/ pada tanggan 31 Oktober 2019, pukul 07.38 WIB.

Shekdar, Ashok V. 2009. Sustainable solid waste management: an integratedapproach for Asian countries. Waste Management 29(4) : 1438-1448.

Soewedo Hadiwiyoto. 1983. Penanganan Dan Pemanfaatan Sampah, Idayu Press.

Susanti, Elli Yoana, Dkk. 2016. Analisis Faktor Penghambatpenerapan Kebijakan Sanitary Landfill Di Tpa Jatibarang Semarang Sesuai Dengan

Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 Tentang

Pengelolaan Sampah. Diponegoro Journal Of Social And Political Of Science.

Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah. Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 Nomor 69, dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4851;

Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 Nomor 140, dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059;


Refbacks

  • There are currently no refbacks.