TEKNOLOGI KULTUR INVITRO ANGGREK UNTUK MENINGKATKAN KERAGAMAN TANAMAN DI AGROWISATA SERANG

Iman Budi Santoso, Triani Hardiyati, Murni Dwiati, Kamsinah Kamsinah

Abstract


Serang merupakan Desa di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga dengan ketinggian tempat berkisar 1.300 m.dpl, curah hujan rata-rata 6.240 mm/tahun temperatur udara berkisar 16 – 20 oC. Desa Serang memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang luas dengan seluruh wilayahnya terdapat tanaman sayuran dan tanaman buah. Komoditas utama holtikultra di Desa Serang berupa jagung dengan luas lahan 16,75 ha, padi ladang 16 ha, ubi kayu 20 ha, ubi jalar 8 ha, cabe 3 ha, tomat 4 ha, kentang 12,6 ha, kubis 22 ha, mentimun 1 ha, buncis 5 ha, wortel 30 ha, dan stroberi dengan luas lahan 64 ha. Stroberi merupakan komoditas utama di Desa Serang, dan dijadikan Agrowisata dengan komoditas andalan stroberi. Petani Desa Serang pertama kali menanam stroberi pada tahun 2003. Bibit yang pertama kali ditanam berasal dari pertanaman stroberi PT. Zeta Agro. Bibit stroberi yang ditanam berasal dari California dan Amerika Serikat dengan varietas Oso Grande. Bibit awal yang diperoleh dijadikan sebagai tanaman parental yang kemudian digunakan sebagai bahan perbanyakan. Sistem pertanaman pada bibit indukan banyak ditumbuhi gulma dan terserang penyakit, sehingga apabila digunakan sebagai bibit stek maka bibit akan terkena penyakit yang dibawa oleh induknya, dan terjadi penurunan produksi stroberi. Dampak dari penurunan produksi ini adalah penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Agrowisata Serang. Berdasarkan kenyataan tersebut maka perlu upaya peningkatan kunjungan wisatawan, dengan cara meningkatkan variasi tanaman yang dibudidayakan petani yaitu dengan budidaya tanaman anggrek bulan (Phaenopsis sp) dengan teknologi kultur jaringan. Hasil kegiatan ini menunjukkan masayarakat yang diberi pelatihan mampu melaksanakan aklimatisasi, hal iini ditunjukkan dari hasil erawatan mereka dalam waktu 3 bulan tanaman remaja tumbuh bunga. Lokasi tempat kegiatan in sangat cocok untuk pertumbuhan anggrek bulan.

Kata kunci : agrowisata, serang, kultur in vitro, Phalaenopsis sp.


Full Text:

PDF

References


Budisantoso, I., Dwiati, M., & Kamsinah. 2015. Ibm Kelompok Tani Tanaman Anggrek Sekar Gumilang Dan Kebun Raya Baturraden Untuk Perbanyakan Tanaman Anggrek Dan Konservasi Nepenthes Adrianii. Spesies Endemik Gunung Slamet. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Elpharani, D., Rahayu, E. S., & Sundari, M. T. 2017. Analisis Daya Saing Stroberi Di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah (Studi Kasus Di Desa Serang Kec Karangreja Kab Purbalingga).Paper presented at the Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS.

Hardiyati, T., Budisantoso, I., Kamsinah, & Suwito, E. 2017. Perbanyakan tanaman anggrek menggunakan teknik kultur in vitro. Buku Teknologi Tepat Guna (TTG).Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Haryono, A. A. (2017). Analisis Ttatniaga Stroberi (Frag aria vesca) Pendek tan Structure, Conduct, Performance (SCP) dI Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Universitas Muhamadiyah Purwokerto.

Sulaiman, A. I., Kuncoro, B., Sulistyoningsih, E. D., Nuraeni, H., & Djawahir, F. S. 2017. Pengembangan Agrowisata Berbasis Ketahanan Pangan Melalui Strategi Komunikasi Pemasaran di Desa Serang Purbalingga. Jurnal The Messenger 9(1): 9-25.

Widiastuti, A. 2015. Pendampingan Petani Stroberi di Desa Serang, Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah Dalam Manajemen Kesehatan Tanaman Melalui KKN-PPM Universitas Gadjah Mada: Perlunya Bibit Stroberi Sehat dan Peningkatan Keterlibatan Petani dalam Kegiatan Kelompok. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) 1(1): 53-61.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.