PENGEMBANGAN SDM DI KAMPUNG WISATA BECAK MAJU YOGYAKARTA MELALUI INTERAKSI TRIPLE HELIX

Rumsari Hasi Sumarto, Lukas Dwiantra

Abstract


Pariwisata saat ini menjadi andalan bagi setiap negara untuk dikembangkan karena memiliki daya tarik yang tinggi bagi masyarakat di era modern. Masyarakat modern saat ini menempatkan kebutuhan berwisata sebagai salah satu kebutuhan pokok. Berbagai destinasi wisata di setiap negara dan setiap daerah menjadi tujuan wisata para wisatawan. Oleh karena itu, setiap daerah
berusaha untuk mengembangkan destinasi wisata di daerahnya termasuk kampung wisata. Namun demikian, kampung wisata di Kota Yogyakarta belum menunjukkan perkembangan yang signifikan karena wisatawan lebih mengenal kawasan Malioboro yang menjadi ikon wisata. Kurang optimalnya SDM pengelola pariwisata menjadikan kampung wisata kurang dikenal wisatawan
termasuk Kampung Wisata Becak Maju yang berada di Kota Yogyakarta. Untuk mengatasi permasalahan SDM di kampung wisata tersebut perlu adanya dukungan dari stakeholder diantaranya pemerintah, perguruan tinggi dan industri (triple helix) untuk bersama-sama membantu meningkatkan kualitas SDM di kampung wisata. Melalui interaksi antara pemerintah, perguruan
tinggi dan industri, maka SDM di kampung wisata dapat ditingkatkan kompetensinya dalam mengelola kampung wisata khususnya Kampung Wisata Becak Maju Kota Yogyakarta. Wisata kuliner, wisata budaya dan wisata alam di Kampung Wisata Becak Maju Kota Yogyakarta dapat dikembangkan melalui dukungan dari pemerintah, perguruan tinggi dan industri.

Kata kunci: Kampung Wisata, Triple Helix, SDM


Full Text:

PDF

References


Beugre, Constant D. 2017. Building Entrepreneurial Ecosystem in Sub-Sahara Africa, A Quintuple Helix Model. Palgravepivot. USA.

Effendi, Sofian. 2010. Reformasi Tata Kepemerintahan, Menyiapkan Aparatur Negara untuk Mendukung Demokratisasi Politik dan Ekonomi terbuka. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Etzkowitz Henry. 2008. The Triple Helix, University, Industry, Government Innovation in Action. Routledge. New York.

Kartika, Citrawati Fitri, et.al. 2012. Good Environmental Governance. UB Press . Malang.

Meuleman, Louis. 2008. Public Managementand the Metagovernance of Hierarchies, Networks and Market, The Feasibility of Designing and Managing Governance Style Combinations. A Springer Company. German.

Ortiz, et al. 2016. Multiple Helix Ecosystems for Sustainable Competitiveness. Springer International Publishing. Switzerland.

Pasolong, Harbani. 2013. Metode Penelitian Administrasi Publik. Alfabeta. Bandung.

Effendi, Sofian. 2010. Reformasi Tata Kepemerintahan, Menyiapkan Aparatur Negara untuk Mendukung Demokratisasi Politik dan Ekonomi terbuka. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Santosa, Panji. 2008. Administrasi Publik, Teori dan Aplikasi Good Governance. Refika Aditama . Bandung.

Sedarmayanti. 2009. Reformasi Administrasi Publik, Reformasi Birokrasi dan Kepemimpinan Masa Depan. Refika Aditama. Bandung.

Sjamsuddin, Sjamsiar. 2005. Kepemerintahan dan Kemitraan. Yayasan Pembangunan Nasional. Malang.

Solihin, Dadang. 2012. Menata Ulang Praktik Good Governance di Indonesia. Jurnal Analisis Sosial AKATIGA. 17(1) : l 1 – 17. Bandung.

Utomo, Warsito. 2008. Administrasi Publik Baru Indonesia, Perubahan Paradigma dari Administrasi negara ke Administrasi Publik. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Arnkil, Robert, et al. 2010. Exploring Quadruple Helix Outlining User-Oriented Innovation Models. Final Report on Quadruple Helix Research for the CLIQ project. University of Tampere. Finland.

Dewi Fitriani, 2018, Pengelolaan Sumber Daya Manusia di Desa Wisata Pentingsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 7(2) : 186 - 196.

Etzkowitz, Henry & Loet Leydesdorff. 2000. The Dynamics of Innovation: From National Systems and ‘‘Mode 2’’ to a Triple Helix of University–Industry–Government Relations. Research Policy 29. 2000. p. 109–123.

Josephine Wuri, Y. Rini Hardanti I, L. Bambang Harnoto. 2015. Dampak Keberadaan Kampung Wisata Terhadap Kehidupan Ekonomi Dan Sosial Masyarakat. Jurnal Penelitian. 18(2) : 143-156.

Leydesdorff, Loet. & Meyer, M. 2006. Triple Helix Indicators of Knowledge Based Innovation Systems: Introduction to The Special Issue. Research Policy, 19(35) : 1441–1449.

Leydesdorff, Loet. 2012. The Triple Helix of University-Industry-Government Relations (February 2012). Electronic Journal. Februari 2012. P. 1 - 17.

Rosdiana Pakpahan, 2018, Implementasi Prinsip Pariwisata Berbasis Komunitas Di Desa Wisata Nglinggo Yogyakarta, JUMPA 5(1) : 129 – 146

Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan

Konfrontasi. 2019. Jogja Jangan Hanya Andalkan Malioboro Harus Ciptakan Destinasi Wisata Baru. http://www.konfrontasi.com/content/ragam.

Sri Anindiati Nursastri.2014. Ini Dia 7 Masalah Utama Pariwisata Di-Indonesia. https://travel.detik.com/travel-news/d-2509137.

Eka Arifa R. 2019. Malioboro dan Kampung Wisata Jadi Andalan Yogyakarta Menggaet Wisman. https://jogja.antaranews.com/berita/395040 .

Kampung Wisata Butuh Dukungan Infrastruktur. https://radarjogja.jawapos.com/2018/12/10.

Redaksi WE Online. 2019. Wamenkeu APBN 2019 Fokus Dorong Pengembangan Kualitas SDM

Indonesia. https://www.wartaekonomi.co.id/read219095.

Kabupaten Bantul. 2018. Pelatihan SDM Bidang Kepariwisataan.

https://wukirsari.bantulkab.go.id/index.php/first/artikel/232 .

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. 2018. https://pariwisata.jogjakota.go.id/detail/index/298


Refbacks

  • There are currently no refbacks.