PERAN KARANG TARUNA SEBAGAI KADER KESEHATAN DALAMPENANGANAN KEDARURATAN GIGI DI DESA KALIKESUR KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS

Setiadi W. Logamarta, Amilia Ramadhani, Maulina Triani

Abstract


Kedaruratan merupakan kondisi yang muncul secara tiba-tiba dan memerlukan penanganan yang segera. Kedaruratan gigi berupa trauma orofasial dan gigiterjadi sekitar 5% dari total trauma yang berkaitan dengan perawatan rawat inap. Dampak-dampak merugikan dari kondisi tersebut mungkin dapat diminimalkan dengan pemberian pertolongan pertama yang tepat. Oleh karena itu pengetahuan dan keterampilan masyarakat umum sangatlah diperlukan untuk memberikan pertolongan pertama yang tepat sebelum pasien menemukan terapi definitif pada layanan kesehatan.Salah satu wadah organisasi yang berpotensi memiliki peran yang penting dalam pemberian pertolongan pertama pada kegawatdaruratan gigi yaitu karang taruna. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan peran serta karangtaruna mengenai prosedur pertolongan pertama pada kedaruratan gigi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan pendampingan atau supervisi. Kader kesehatan yang ikut serta dalam kegiatan berjumlah 15 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan soal pretest dan posttest untuk menguji pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest serta mengalami peningkatan pengetahuan. Evaluasi ketrampilan prosedur pertolongan pertama pada kedaruratan gigi juga menunjukkan hasil yang baik dan peserta antusias dalam melakukan prakteknya. Kesimpulan kegiatan ini adalah pengetahuan dan ketrampilan anggota karangtaruna sebagai kader kesehatan mengenai pertolongan pertama pada kedaruratan gigi telah mengalami peningkatan setelah diberikan pelatihan.

Kata kunci: karangtaruna, kedaruratan gigi, pertolongan pertama


Full Text:

PDF

References


Arrizza, A. M., Ramadhan, A. F. 2010. Coconut Water (Cocos nucifera) as Storage Media for the Avulsed Tooth. Journal of Dentistry Indonesia 17(3): 74-79.

Dahong, F., Winarso, L. 2012. Reimplantasi Gigi Avulsi. Dentofasial 11(2): 115 – 118.

Ferreira, F.M, Viegas, C.M., Scarpelli, A.C., Carvalho, A.C, Pordeus, I.A., Paiva, S.M. 2019. Predisposing Factors For Traumatic Dental Injuries in Brazilian Preschool Children. EurJ Paediat Dent 11(2): 59 – 65.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Petunjuk teknik penyelenggaraan posyandu remaja. http ://www.kesga.kemkes.go.id. Diakses pada 25 Juli 2019.

Muninjaya, A.A. 2004. Manejemen Kesehatan. EGC. Jakarta. 234 pp.

Pedersen, G.W. 2013. Buku Ajar Praktis Bedah Mulut. EGC. Jakarta. 221 pp.

Santrock, J.W. 2007. Perkembangan Anak. Edisi 11. Jilid 2. Erlangga. Jakarta 202 pp.

Septadina, I. S. 2015. Prinsip Penatalaksanaan Dislokasi Sendi Temporomandibular. MKS 1(1): 61 – 66.

Sunaryo. 2004. Psikologi Untuk Pendidikan. EGC Jakarta. 95 pp.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.