PENGEMBANGAN USAHA BATIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Fatmah Siti Djawahir, Adhi Iman Sulaiman, Toto Sugito

Abstract


Batik merupakan kerajinan masyarakat yang sudah sejak lama menjadi ciri khas, keunikan dan kekayaan budaya yang perlu dilestarikan. Tujuan penelitian membuat model manajemen pemberdayaan dalam pengembangan kewirausahaan pengrajin batik. Menggunakan metode Research and Development. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan menganalisis dokumentasi. Pemilihan subjek penelitian secara purposive sampling, yakni pengrajin batik, komunitas pendidikan, dan pemerhati batik. Lokasi penelitian di Kelompok batik Giat Usaha dan Wardah di Susukan, Kabupaten Banjarneara, Jawa Tengah. Analsis data menggunakan tahapan Research and Development. Hasil penelitiannya: (1) Generasi pembatik dari kalangan muda masih kurang, sehingga membutuhkan manajemen pengembangan melalui kegiatan pemberdayaan pengrajin batik generasi muda untuk mempertahankan dan melestraikan budaya lokal. (3) Model manajemen pemberdayaan dapat dirancang secara komprehensif dan berkesinambungan dengan melibatkan semua pihak seperti masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi dan pihak swasta.

Kata Kunci:Batik, pengrajin, pemberdayaan, kewirausahaan, Manajemen


Full Text:

PDF

References


Alhusain, A.S. 2015. Kendala dan Upaya Pengembangan Industri Batik di Surakarta Menuju Standardisasi. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik 6(2):199 – 213.

Fristia, V.F. & Navastara, A.M. 2013. Faktor Penyebab Belum Berkembangnya Industri Kecil Batik Desa Kenongo Kecamatan Tulangan-Sidoarjo. Jurnal Teknik POM ITS 2(1): 1-7.

Kadarisman. 2013. Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta.

Keraf, S. 2010. Etika Lingkungan Hidup. Kompas Pers. Jakarta.

Kumalasari, Y.Y., Suryono, A., & Rozikin, M.. 2014. Pembinaan dan Pemberdayaan Pengrajin Batik (Studi di Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kabupaten Sidoarjo dan Industri Kecil Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo). Jurnal Administrasi Publik (JAP) 2(1): 66-70.

Musman, A., & Ambar, A. 2011. Batik: Warisan Adiluhung Nusantara.G-Media. Yogyakarta.

Pebrianasari,V., Mulyanto, E., & Dolphina., E. 2015. Analisis Pengenalan Motif Batik Pekalongan Menggunakan Algoritma Backpropagation. Techno.COM 14(4): 281-290. Putra, N. 2012. Research and Development : Penelitian dan Pengembangan Suatu Pengantar.Rajawali Pers. Jakarta.

Ridwan, N.A. 2007. Landasan Keilmuan Kearifan Lokal. Jurnal Studi Islam dan Budaya 5(1), 2738.

Sedarmayanti. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Refika Aditama. Bandung.

Soemirat, S., dan Ardianto, E. 2010. Dasar-Dasar Public Relation. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Sugiono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif R & D. Alfabeta. Bandung.

Sumada, I.M. 2017. Peranan Kearifan Lokal Bali dan Perspektif Kebijakan Publik. Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi 7(1): 117-126.

Suprapti, A.R., Santoso, R.E., & Rahmawati. 2016. Inovasi Desain, Teknologi, dan Pemasaran Lewat Wensite Usaha Kecil Menengah Batik Lutik (Lurik dan Batik) di Kecamatan Laweyan Surakarta. Jurnal Ekonomi dan Bisnis19(3): 397-412.

Supriyanti, R., Murdyantoro, E., & Priswanto. 2017. Peningkatan Citra Batik Gumelem Melalui Sistem Informasi Berbasis Website dan Perbaikan Sarana Prasarana. Jurnal Telematika 10(2): 135-150.

Takalani, M. 2015. A review and analysis of the role of integrated marketing communication message typology in the development of communication strategies. African Journal of Marketing Management 7(8):90-97.

Wirawan, P., & Purwadio, P. 2016. Variabel Prioritas Pengembangan Sentra Industri Batik di Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember. Jurnal Teknik ITS 5(1): 59-64.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.