TOLERANSI SEMU PADA RELASI KELOMPOK KEAGAMAAN DALAM ISLAM

Abdul Romnan, Mintarti Mintarti

Abstract


Kajian ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang berjudul: “Telaah Interaksi Sosial Antar Kelompok Aliran dalam Islam Di Kabupaten Banyumas, Upaya Membangun Model Fiqh Tasamuh”. Pendekatan penelitian melalui metode deskriptif kualitatip dengan triangulasi sebagai uji validitasnya. Hasil dari kajian ini adalah 1) Toleransi merupakan sifat untuk menghargai, membiarkan dan membolehkan pendirian dan atau interpretasi dan kepercayaan yang berbeda dan bahkan mungkin bertentangan; 2) Umat Islam telah diprediksi akan terpecah menjadi 73 golongan dan opsi yang ditawarkan Nabi untuk menanggulanginya adalah melalui persatuan, dan operasionalisasinya lebih terfokus pada toleransi; dan 3) Upaya membangun nilai-nilai toleransi hendaklah terus menerus dilakukan. Sebab perbedaan dalam kelompok keagamaan dalam Islam, ada hal hal tertentu yang masih dianggap menyinggung persoalan prinsip mendasar. Oleh karena itu toleransi yang dibangun belum menghasilkan toleransi yang kuat, namun masih bias dan semu. Implikasi dari kajian ini adalah mendorong kepada siapapun agar tetap peduli dalam upaya mewujudkan nilai-nilai toleransi dan moderasi dalam kehidupan masyarakat.


References


Al Ghasyimy, Abdul Wasi’ Muhammad Ghalib, 1434 H., At Tasamuhul Islamy, Qiroatu Fi Mu’tiyatihi al Fikriyati Wa Aṡarihi al Waqiyati Fi Ḍoui al Kitabi wa Al Sunnati, Majalah Syari’ah Wa Dirasati al Islamiyati, No. 21. Bachtiar, 1984, Agama Dan Perubahan Sosial Di Indonesia, dalam Bulletin “Dialog “ Edisi No. 17, Badan Litbang Agama, Jakarta. Clifford Geertz, tt., “Konflik Dan Konfigurasi”, dalam Agama, Analisa Dan Interpretasi Sosiologi, terjemahan , ed. Roland Robitson, Rajawali, Jakarta. Gaffar, Abdul, 2013, Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Dalam Perspektif Kekerasan Negara: Dua Kasus Dari Surabaya Jawa Timur dan Lombok NTB, dalam Jurnal Sosiologi Islam, Vol. 3, No.2, UIN, Surabaya.

Ghazali, Adeng Muchtar. 2014, The Concept of Tolerance in Islamic Ecducation, dalam JPI. 1, no. 1, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung.

Hamdi, Saipul, 2011, Politik Islah: Re-negoisasi Islah, Konflik, dan Kekuasaan dalam Nahdlatul Wathan Di Lombok Timur, dalam Kawistara, Vol. 1, No. 1, Pascasarjana UGM, Yogyakarta.

Harnoko, Darto, 2011, “Kerusuhan Situbondo Oktober 1996”, dalam Patrawidya, vol. 12, Nomor 4, Balai Arkeologi, Yogyakarta.

Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, juz 2, Hadits nomor : 3992.

Ibn Katsir, Imadudin Abil FidaIsma’il, tt., Tafsir al Qur’an al ‘Adzim, Juz II, Semarang, Toha Putra. Idrus, Muhammad, 2009, Metode Penelitian Ilmu Sosial, Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif, Edisi ke-2, Erlangga, Jakarta.

Ishomuddin, 2005, Sosiologi Perspektif Islam, Universitas Muhammadiyah, Malang.

Muchtar Ghazali, Adeng, “The Concept of Tolerance in Islamic Ecducation”, JPI, Vol. 1, No. 1, (June 2014 M/1435 H).

Munawaroh, Mundiroh Lailatul, 2014, Penyelesaian Konflik Sunni-Syi’ah di Sampang Madura, Tesis , IAIN Suka, Yogyakarta.

Nata, Abudin, 2001, Peta Keragaman Pemikiran Islam Di Indonesia, Cet. Ke-1, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Nafisi, Shadi. Tolerance In Islam, HTS Teologiese Studies/Theological Studies, ISSN: (Online) 2072-8050 (2018). https://doi.org/10.4102/hts.v74i3.514, (diakses 10 Mei 2019).

Rahman, Asjmuni A., 1976, Kaidah Kaidah Fiqhiyah, Bulan Bintang, Jakarta.

Sulaiman, 2017, RELASI SUNNI – SYIAH: (Refleksi Kerukunan Umat Beragama di Bangsri, Kabupaten Jepara), dalam PANANGKARAN, Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, Volume 1, Nomor 1.

Tuakia, Hedher, 2015, Integrasi Sosial Kelompok Faham Keagamaan dalam Masyarakat Islam, Jurnal SALAM, Volume 18 No. 1, halaman 1-183, Malang.

Waskito, Abu Muhammad, 2012, Mendamaikan Ahlus Sunnah Di Nusantara, Mencari Titik Kesepakatan antara Asy’ariyah dan Wahabiyah, Pustaka Al Kautsar, Jakarta. https://kbbi.web.id/toleran, diakses tanggal 27 Okteober 2019

https://www.almaany.com/ar/dict/ar-ar/%D9%81%D9%82%D9%87 (diakses 16 Februari 2019).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.