PENGARUH GENDER WISATAWAN TERHADAP TOURISM SUPPLY AND DEMAND DI KOTA SALATIGA

Ridwansyah Trisnanda Putra, Fikri Muhammad Noor, Lathifah Adilah, Ray March Syahadat, Priambudi Trie Putra

Abstract


Lanskap wisata merupakan salah satu cabang ilmu arsetiktur lanskap yang berperan dalam menggabungkan tourism supply dan demand untuk digunakan dalam proses perencanaan, perancangan, dan pengelolaan wisata. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan yaitu persepsi dan perferensi wisatawan. Salatiga sebagai kota bergaya kolonial, menawarkan wisata perkotaan yang khas untuk dinikmati pengunjung. Untuk itu pengembangannya diperlukan kajian persepsi dan perferensi wisatawan terhadap gender wisatawan perlu dilakukan untuk pengembangan wisata yang lebih baik. Penelitian menggunakan uji Chi-square dengan melibatkan 112 responden seIndonesia. Hasil yang diperoleh gender tidak memiliki pengaruh terhadap persepsi dan perferensi mengenai tourism supply dan demand. Hampir seluruh parameter supply dan demand dibutuhkan oleh responden. Dengan demikian dapat disimpulkan tourism supply dan demand merupakan hal mutlak tanpa harus memandang gender tertentu.

Kata kunci: arsitektur lanskap, lanskap wisata, perferensi persepsi, wisata perkotaan.


Full Text:

PDF

References


Damanik, J. 2013. Pariwisata Indonesia: Antara Peluang dan Tantangan. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Gunn, C.A. 1988. Tourism Planning. Taylor & Francis. New York.

Hidayah, I. 2017. 10 Alasan Kenapa Kota Salatia Menjadi Kota Idaman. http://www.kotasalatiga.com/10-alasan-kota-salatiga-menjadi-kota-idaman/. Diakses tanggal 26 Desember 2018.

Holden, A. 2000. Environment and Tourism. Routledge. London 225 pp.

Inskeep, E. 1991. Tourism Planning: An Integrated and Sustainable Tourism Development Approach. Van Nostrand Reinhold. New York. 508 pp.

Khalik, W. 2014. Kajian kenyamanan dan keamanan wisatawan di kawasan pariwisata Kuta Lombok. JUMPA 1(1): 23-42.

Nurdiyansah. 2014. Peluang dan Tantangan Pariwisata Indonesia. AIFABETA. Bandung. 150 pp.

Mak, J. 2004. Tourism and The Economy Understanding the Economics of Tourism. University of Hawai’i Press. Honolulu. 267 pp.

Pratiwi, R. 2017. Perbedaan Cara Berfikir Perempuan dan Laki-laki. https://hellosehat.com/hidupsehat/fakta-unik/perbedaan-cara-berpikir-perempuan-dan-laki-laki/. Diakses tanggal 23 Januari 2019.

Pitana, I.G. & P.G. Gayatri. 2005. Sosiologi Pariwisata. Penerbit Andi. Yogyakarta. 200 pp.

Primadany, S.R., Mardiyono, & Riyanto. 2013. analisis strategi pengembangan pariwisata daerah (studi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Daerah Kabupaten Nganjuk). Jurnal Administrasi Publik 1(1): 135-143.

Putra, R.D. Mahendra, & D. Purnomo. 2016. Analisis Pengaruh Faktor Kepariwisataan terhadap Pendapat Daerah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2010-2014. Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Simonds, J.O. & B.W. Starke. 2006. Landscape Architecture: A Manual of Environmental Planning & Design. McGraw Hill Book Co. New York. 396 pp. Supangkat, E. 2014. Salatiga Sketsa Kota Lama. Griya Media. Salatiga. 148 pp.

Supangkat, E. 2017. New Galeria Salatiga. Griya Media. Salatiga. 125 pp.

Terkenli, T.S. 2004. Tourism and landscape, di dalam A.A. Lew, C.M. Hall, A.M. Williams. (eds). A Companion to Tourism. Malden: Blackwell Publishing, Ltd. Hlm. 339–348.

Vanhove, N. 2005. The Economics of Tourism Destination. Elsevier Butterworth-Heinemann. Oxford. 251 pp.

Wardiningsih, S, A. Syafruddin, R.M. Syahadat, P.T. & Putra. 2017. Kajian pencirian visual lokasi wisata Kota Batu di Malang. Scale 5(1): 66-75.

Wardiningsih S, P.T. Putra, R.M. Syahadat, & S. Nurisjah. 2018. Streetscape beautification, penggunaan patung pada lanskap jalan di Provinsi Bali. IKRAITH-TEKNOLOGI 2(2):20-26.

Wibowo, I. 2009. Pola Perilaku Kebersihan: Studi Psikologi Lingkungan Tentang Penanggulangan Sampah Perkotaan. Makara, Sosial, Humaniora. 13(1): 37-47.

Wijaya, B & H.D. Atmanti. 2009. Analisis Pengembangan Wilayah dan Sektor Potensial Guna Mendorong Pembangunan di Kota Salatiga. Presentasi. 5(1): 50-64.

Winarso, H. A. Oetomo, & R. Priyani. 2003. Pendekatan tourism business district dan partisipatif dalam pengembangan jalur wisata perkotaan kasus: jalur wisata Kota Jakarta. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota 14(2): 11-38.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.