PERAN BALAI EKONOMI DESA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS MASYARAKAT

Arintoko Arintoko, Abdul Aziz Ahmad, Diah Setyorini Gunawan, Supadi Supadi

Abstract


Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauhmana peran pemerintah melalui penyediaan dan pengembangan Balai Ekonomi Desa (Balkondes), seiring dengan fokus pemerintah mengembangkan Borobudur sebagai destinasi superprioritas dengan biaya yang sangat besar, mampu memberikan peran keterlibatan masyarakat dalam pengembangan desa wisata. Sasaran penelitian ini meliputi unsur masyarakat kunci yang meliputi penggiat dan pengelola wisata di desa, pelaku wisata, perangkat desa, tokoh pemuda dan masyarakat yang berwawasan luas dan berpengaruh, pihak-pihak terkait dan berkepentingan yang berada di kawasan desa wisata Borobudur. Berdasarkan analisis SWOT dalam penelitian ini, keberadaan Balkondes dan fasilitas penunjangnya di desa berada pada urutan terakhir dari 8 item faktor kekuatan pengembangan desa wisata berbasis masyarakat dengan persentase kesetujuan sebesar 96,77%. Sebaliknya, keramahan masyarakat dan jiwa gotong royong menjadi faktor kekuatan pertama dalam upaya pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Item faktor tersebut memiliki skor total tertinggi sebesar 272 dengan persentase kesetujuan dari responden sebanyak 98,92%. Keterlibatan masyarakat dan interaksi wisatawan dengan masyarakat dalam aktivitas wisata di desa memerlukan keramahan dan jiwa gotong royong. Sejatinya keberadaan Balkondes lebih sebagai sarana dan penunjang daripada sebagai unsur kekuatan utama dalam pengembangan desa wisata. Balkondes menjadi lebih bermanfaat kepada masyarakat desa sesuai dengan fungsi idealnya sebagaimana tujuan pendirian Balkondes, dengan catatan ada usaha-usaha wisata yang telah diinisiasi dan dijalankan oleh masyarakat setempat, misalnya di Desa Candirejo, Wanurejo, Tuksongo dan Karangrejo. Obyek wisata-obyek wisata yang telah ada dapat dibuat paket wisata yang dikemas bersama Balkondes, dan bekerja sama dengan jejaring komunitas dan pelaku wisata.

Kata kunci: Balai Ekonomi Desa, analisis SWOT, desa wisata berbasis masyarakat


Full Text:

PDF

References


Bonham, C. & J. Mak. 2014. The Growing Importance of Tourism in the Global Economy and International Affairs. Georgetown Journal of International Affairs. Chusmeru & A. Noegroho. 2010. Potensi Ketenger Sebagai Desa Wisata di Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Analisis Pariwisata 10(1): 16-23.

Cresswell, J.W. 2009. Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Third Edition. @SAGE Publications. Thousand Oaks California.

Ernawati, N.M. 2010. Tingkat Kesiapan Desa Tihingan-Klungkung Bali Sebagai Tempat Wisata Berbasis Mayarakat. Analisis Pariwisata 10(1): 1-8.

Gao, G.Y. & D.H. Peng. 2011. Consolidating SWOT Analysis with Nonhomogeneous Uncertain Preference Information. Knowledge-Based Systems 24(6): 796-808. Hadiwijoyo, S.S. 2012. Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis Masyarakat (Sebuah Pendekatan Konsep). Edisi Pertama. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Hamidi. 2004. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian. UMM Press. Malang. hal 14-16

Harris, R.W. 2009. Tourism in Bario, Sarawak, Malaysia: A Case Study pf Pro-poor Communitybased Tourism Integrated into Community Development. Asia Pasific Journal of Tourism Research 14(2): 125-135.

Hayati, N. 2014. Wisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) di Desa Tompobulu Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Info Teknis EBONI 11(1): 45-52.

Houben, G., K. Lenie & K. Vanhoof. 1999. A Knowledge-Based SWOT-Analysis System as an Instrument for Strategic Planning in Small and Medium Sized Enterprises. Decision Support Systems 26(2): 125-135.

Kaur, P., A. Jawaid & N.B.A. Othman. 2015. The Impact of Community Based Tourism on Community Development in Sarawak. Journal of Borneo Kalimantan, Institute of Borneo Studies, UNIMAS: 15-26.

Sevkli, M., A. Oztekin, O. Uysal, G. Torlak, A. Turkyilmaz & D. Delen. 2012. Development of A Fuzzy ANP based SWOT Analysis for the Airlane Industry in Turkey. Expert Systems with Applications 39(1): 14-24. Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Alfabeta. Bandung.

UNESCAP. 2001. Managing Sustainable Tourism Development. ESCAP Tourism Review No.22. United Nations. Bangkok. www. desakumasadepan.blogspot.com, 2018 diakses pada 23 Oktober 2019.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.