KELAYAKAN PEMBUATAN RAKIT PADI APUNG PADA LAHAN SAWAH RAWAN BANJIR DI DESA NUSADADI KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS

Suyono Suyono, Agus Sutanto, Budi Dharmawan

Abstract


Sekitar 40.000 hektar sawah per tahun di Pulau Jawa terkonversi ke penggunaan non sawah. Pada musim penghujan banyak areal pertanian khususnya sawah tergenang banjir yang terjadi setiap tahunnya. Oleh karenanya perlu adanya suatu teknologi budidaya yang dapat meminimalisir dampak banjir tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) memahami teknologi budidaya padi apung; (2) menganalisis usahatani padi sawah sawah apung di Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas; dan (3) menganalisis sensitivitas usahatani padi sawah apung di desa tersebut. Makalah ini didasarkan hasil studi kasus di dua kelompok yaitu (1) Kelompok Tani “ Sri Dadi” di Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah dan (2) Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Propinsi Jawa Barat. Metode deskriptif dan analisis kuantitatif digunakan pada penelitian ini. Penentuan sampel kelompok ditentukan secara sengaja (purposive). Hasil penelitian yaitu (1) teknologi padi apung adalah metode penanaman padi pada lahan yang tergenang air cukup lama dan dalam dengan menggunakan media rakit yang dapat naik turun menyesuaikan dengan kondisi ketinggian air; (2) budidaya padi apung dengan menggunakan bahan pembuat rakit yang berbeda-beda akan mempengaruhi biaya total produksi yang berbeda-beda pula. Rakit sawah apung yang telah dilaksanakan masih terlalu mahal sehingga budidaya padi apung belum menguntungkan, dan (3) penggunaan bahan bambu dan botol bekas pada pembuatan rakit padi apung lebih murah dibanding menggunakan bambu, sedangkan bahan paralon paling mahal. Perlu rekayasa teknologi pembuatan rakit sawah apung yang lebih murah dan produktivitas padi apung di Desa Nusadadi dapat ditingkatkan dengan menambah penggunaan pupuk kandang yang memadai.

Kata kunci: kelayakan, rakit, padi apung, usahatani


Full Text:

PDF

References


dinata, K. 2012. Petunjuk Teknis Padi Apung. IPPHTI, Cilacap.

Ashari. 2003. Tinjauan Tentang Alih Fungsi Lahan Sawah ke Non Sawah dan Dapaknya di Puau Jawa. Jurnal Forum Penelitian Agro Ekonomi, Vol 21 (2).

CNN Indonesia. 2019. Harga Gabah Naik, Daya Beli Petani Menguat pada Agustus 2019. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190902161251-532-426861/harga-gabah-naikdaya-beli-petani-menguat-pada-agustus. Diakses 30 Oktober 2019.

Dewi, N.K., & I. Rudianto. 2013. Identifikasi Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Daerah Pingiran di Daerah Kecamatan Gunungpati, Semarang. Jurnal Wilayah dan Lingkungan. 1 (2) : 175 – 188.

Iksan, N. 2014. Aplikasi dan Dosis Pupuk Padi. https://ceritanurmanadi.wordpress.com/dosis-pupuk-padi. Diakses 30 Oktober 2019.

Irianto, H, Mujiyo, E.W Riptanti, & A, Qonita. 2018. IOP Conf. Series: Earth Environmental Science 142, doi:10.1088/1755-1315/142/I/012072.

Kementerian Pertanian. 2019. Buletin Konsumsi Pangan. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementan RI. Jakarta.

Nazir, M. 2011. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia, Bogor.

Purnamawati, S. 2013. Potensi Pengembangan Teknologi Budidaya Padi Apung untuk Mengatasi Risiko Banjir. Tesis. Departemen Geofisika dan Meteorologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB, Bogor.

Soekartawi. 1995. Analisis Usahatani. UI-Press, Jakarta.

Wayan, S. 2005. Potensi dan Prospek Lahan Rawa Sebagai Sumber Produksi Pertanian. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian Vol. 3 (2) :141-151.

Suhaeti, R.N. & Basuno E. 2004. Analisis Dampak Pengkajian Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Terhadap Produktivitas (Kasus: BPTP Nusa Tenggara Timur). Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis SOCA 4(2): 214-223.

Syahri & Renny. 2013. Respon Pertumbuhan Tanaman Padi Terhadap Rekomendasi Pemupukan PUTS dan KATAM Hasil Litbang Pertanian di Lahan Rawa Lebak Sumatera Selatan. Jurnal Lahan Suboptimal, Vol. 2 (2): 170-180.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.