PROFIL PERCERAIAN DI KECAMATAN MAJENANG, KABUPATEN CILACAP

Dyah Retna Puspita, Rin Rostikawati, Parwtha Dharma

Abstract


Kecamatan Majenang menjadi salah satu kecamatan dengan kasus tertinggi di Kabupaten Cilacap di tahun 2017. Mengingat masih terbatasnya informasi ini, maka perlu dikaji fenomenanya agar dapat dirancang solusi pemecahannya. Untuk itu, makalah ini bertujuan menganalisis profil perceraian di kecamatan ini menggunakan data sekunder Kantor Urusan Agama Kecamatan Majenang Tahun 2017. Data selanjutnya dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil kajiannya menunjukkan bahwa mayoritas perceraiannya adalah cerai gugat. Kesemuanya adalah pasangan usia produktif. Pada cerai gugat, baik istri maupun suami kebanyakan berumur 20 – kurang dari 40. Adapun pada cerai talak, kebanyakan istri berumur kurang dari 20, sedangkan suami kebanyakan berumur 20 –kurang dari 30. Baik pada cerai gugat maupun cerai talak, kebanyakan lama pernikahannya adalah di bawah 10 tahun. Pendidikan mereka (terutama para suami) rendah dan kebanyakan bekerja sebagai buruh. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu alasan banyak istri yang mengajukan cerai. Dari temuan ini disarankan agar Kecamatan Cilacap ikut mendorong berkembangnya perekonomian masyarakat, terutama bagi para suami, untuk
mengurangi jumlah “keluarga rawan cerai”.

Kata kunci: perceraian, ketahanan keluarga, keluarga rawan cerai, Kecamatan Majenang;
Kabupaten Cilacap


Full Text:

PDF

References


Astuty, S. Y. 2011. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Perkawinan Usia Muda Dikalangan Remaja di Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Welfare StatE, 2(1).

BPS Kabupaten Cilacap. 2017. “Cilacap dalam Angka Tahun 2017”.

BPS Kabupaten Cilacap. 2017. “Kecamatan Majenang dalam Angka Tahun 2017”.

Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. 2017. Jawa Tengah dalam Angka 2017.

Dahwadin, D. 2017. Prinsip hukum Islam dalam perceraian di luar pengadilan agama: studi atas penyelesaian sengketa perceraian di desa sungai buntu kecamatan pedes kabupaten Karawang tahun 2015 (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

Estuti, W. T. 2013. Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Tingkat Kematangan Emosi Anak Kasus Pada 3 Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Pekuncen Banyumas Tahun Ajaran 2012/2013 (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang).

Fadlyana, E., & Larasaty, S. 2016. Pernikahan usia dini dan permasalahannya. Sari Pediatri, 11(2), 136-41.

Julijanto, M., Masrukhin, M., & Hayatuddin, A. K. 2016. Dampak Perceraian dan Pemberdayaan Keluarga Studi Kasus di Kabupaten Wonogiri. BUANA GENDER: Jurnal Studi Gender dan Anak, 1(1), 55-77.

Kementerian PPN/Bappenas, 2017. Siaran Pers “Bonus Demografi 2030-2040: Strategi Indonesia Terkait Ketenagakerjaan dan Pendidikan”.

Matondang, A. 2014. Faktor-faktor yang mengakibatkan perceraian dalam perkawinan. JPPUMA Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 2(2), 141-150.

Mukhrosin, M. 2014. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN DI KALANGAN TKI STUDI KASUS DI DESA GENUK WATU KECAMATAN NGORO KABUPATEN JOMBANG (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).

M Yusuf, M. Y. 2014. Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Anak. Jurnal Al-Bayan, 20(29).

Nayyiroh, F. 2010. POSISI PEREMPUAN PASCA PERCERAIAN DI KALANGAN TKI"(STUDI DESKRIPTIF TKI DI DESA PAYAMAN, KECAMATAN SOLOKURA KABUPATEN LAMONGAN) (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).

Purnama, D. Y. E., Santoso, B., Sos, S., & Si, M. 2013. Aspek-Aspek Penyebab Perceraian Gugat Di Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi (Aspect-Aspect Causes Of Divorce Contested In Countryside of Karangbendo Subdistric Rogojampi Regency of Banyuwangi).

Priyana, D. 2011. DAMPAK PERCERAIAN TERHADAP KONDISI PSIKOLOGIS DAN EKONOMIS ANAK (STUDI PADA KELUARGA YANG BERCERAI DI DESA LOGEDE KEC. SUMBER KAB. REMBANG) (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang)

Rusmayatun, F. L. 2017. Tinjauan Feminisme Mengenai Cerai Gugat sebagai Akibat Pernikahan Dini (Studi Kasus Masyarakat Desa Karangpetir, Tambak, Bnyumas Tahun 20113- 2016). E-Societas, 6(3).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.