KETIKA PEREMPUAN (DIANGGAP) MENDOMINASI: KAJIAN FEMINIS TENTANG NYAI BAGELEN

Tri Rini Widyastuti, Sofa Marwah, Soetji Lestari

Abstract


Makalah ini bertujuan mendeskripsikan posisi perempuan dalam tradisi budaya Bagelen, sebuah tradisi budaya Jawa pinggiran, yang direpresentasikan sosok Nyai Bagelen. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bersumber pada legenda, dokumen sejarah, dan didukung hasil wawancara dengan tokoh budaya dan masyarakat Bagelen, serta akademisi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa berbeda dari gambaran umum tentang perempuan Jawa yang dianggap sekadar kanca wingking yang selalu menurut, Nyai Bagelen digambarkan sebagai sosok yang dominan: seorang perempuan yang sakti sekaligus istri yang mandiri, pekerja keras, memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, dan tegas, bahkan berani “melawan” suami untuk mempertahankan pendapat, namun tetap setia. Legenda Nyai Bagelen menggambarkan bahwa
perempuan yang berdaya dianggap berbahaya. Anggapan bahwa perempuan emosional maka ketika dia memiliki kesaktian yang tinggi justru dianggap sangat potensial merusak dan menghancurkan. Hingga saat ini nama Nyai Bagelen masih lekat dalam ingatan masyarakat Bagelen dan sekitarnya, namun sebatas sebagai sosok yang memiliki kesaktian sehingga makamnya sering dikunjungi masyarakat yang ingin mendapat berkah. Bagi perempuan Bagelen
sendiri, sosok Nyai Bagelen tidak menjadi sumber inspirasi, bahkan tak jarang malah membuat mereka merasa malu dan risih karena Nyai Bagelen diidentikkan dengan perempuan berpayudara panjang.


Kata kunci: Nyai Bagelen, perempuan, dominasi, budaya pinggiran


Full Text:

PDF

References


Adji, Krisnhna Bayu&Sri Wintala Achmad. 2018. Perempuan-perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa. Araska. Bantul.

Anderson, Benedict R. 1990. Language and Power: Exploring Political Culture in Indonesia. Cornell Uniersity. New York.

Brenner, Suzanne. 1998. The Domestication of Desire: Women, Wealth, and Modernity in Java. Princeton, N.J: Princeton University Press.

Danandjaja, James. 1984. Folkfor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain.Grafiti Pers. Jakarta.

Harrison, Lisa. 2007. Metode Penelitian Politik. Terjemahan Tri Wibowo, Kencana Prenada Media. Jakarta.

Newman, Lawrence. 1994. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. Allyn and Bacon. Boston.

Pangastoeti, Sri. 2009. “Perempuan yang Terpinggirkan dalam Penulisan Sejarah,” dalam Siti Hariti, Gender and Politics. PSW UGM. Yogyakarta.

Priyadi, Sugeng. 2004. Sejarah dan Kebudayaan Masyarakat Kebumen. Jendela. Yogyakarta.

Rhode, Deborah L. 1995. Media Images, Feminist Issues. In Signs: Journal of Women in Culture and Society. 20 (3) , University of Chicago.

Sukatman&Siswanto. 2016. Alternatif Solusi Konflik dalam Cerita Calon Arang. Dalam Jurnal Atavisme, 19 (1) , Edisi Juni 2016. Diakses 27 Oktober 2019.

Thompson, P. (2012). Suara dari Masa Silam: Teori dan Metode Sejarah Lisan. Penerjemah W.W Yusuf. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Wood, Julia T. 2006. Gendered Lives: Communication, Gender, and Culture. Wadsworth Publishing Company.

Wawancara dengan Prof. Dr. Irwan Abdullah, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, tanggal 4 Oktober 2018.

Wawancara dengan Prof. Dr. Heddy Shri-Ahimsa Putra, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, tanggal 14 Oktober 2019.

__________Tanpa tahun. Sejarah Hari Jadi Kabupaten Daerah Tingkat II Purworejo. Pemerintah Dati II Purworejo, Jawa Tengah.

__________2014. Sejarah Bagelen. http://sejatininghidup.blogspot.com/2014/02/ sejarahbagelen.html, diakses 25 Juli 2018.

__________Tanpa tahun. Sejarah Kebumen. http://facebumen.com/sejarah-kebumen, diakses 25

Juli 2018


Refbacks

  • There are currently no refbacks.