“POTRET PEMBUDIDAYAAN GAHARU DI LOMBOK UTARA (Portrait OfAgarwood Cultivation In North Lombok)”

Rubangi Al Hasan, Resti Wahyuni

Abstract


Gaharu adalah zat aromatik yang dihasilkan dari aktivitas kimia tanaman keluarga Thymelaceae. Di Pulau Lombok, gaharu dihasilkan dari spesies Gyrinops verstegii. Gaharu telah dibudidayakan di Lombok Utara selama lebih dari dua dekade setelah program penghijauan berupa penanaman pohon dilakukan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan penanaman dan budidaya gaharu dan praktik budidaya gaharu di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif penanaman pohon disebabkan oleh program pemerintah melalui program penanaman pohon pada awal era reformasi. Mereka memiliki ekspektasi besar pada tingginya harga gaharu. Penanaman pohon gaharu berhasil, namun di kemudian hari, orang merasa kecewa. Harga gaharu sangat murah dan penjualannya pun sulit. Kondisi ketidakpastian ini disebabkan oleh informasi yang tidak jelas tentang tanaman ini. Akibatnya, banyak orang menebang pohon gaharu dan menjualnya dengan harga sangat murah. Kemudian mereka menggantinya dengan jenis tanaman lain.

Kata kunci: gaharu, masyarakat, motivasi, program pemerintah


Full Text:

PDF

References


BPS. 2014. Rata-rata Luas Lahan yang Dikuasai per Rumah Tangga Usaha Pertanian menurut Wilayah dan Jenis Lahan Tahun 2003 dan 2013 (m2) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Website: http://st2013.bps.go.id/dev/st2013/index.php/site /tabel?tid=27&wid=5200000000. Diakses 22 November 2017.

Maharani. 2014. Pemasaran kakao di Kabupaten Lombok Utara. Website: http://jikti.bakti.or.id/uploadedpublications/pemasaran-kakao-di-kabupaten-lombok-utara. Diakses 24 November 2017. BPS. 2016. Statistik Produksi Kehutanan 2015.

Badan Pusat Statistik. Jakarta. CITES. 2015. CITES National Export Quotas. Website: https://www.cites.org/. Diakses 13 November 2017.

Fathudin, Y. 2013. Perkembangan Gaharu dan Prospeknya di Indonesia. Website: http://gaharusgm.blogspot.com/2013/06/perkembangan-gaharu-dan-prospeknya-di.html. Diakses 9 Januari 2015.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.