PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MELAKUKAN KEGIATAN EKONOMI PRODUKTIF MELALUI KELOMPOK USAHA “RUMAH LIDI” DI DESA KARANGTENGAH KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS

Hary Pudjianto, Nunik Kadarwati, Emmy Saraswati

Abstract


Kebijakan pemerintah Indonesia untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui pemberian pinjaman bergulir untuk melalukan kegiatan ekonomi produktif yang dilakukan oleh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) telah berhasil mengurangi tingkat kemiskinan. Berakhirnya program pada tahun 2015, perlu dicarikan alternatif pemberdayaan yang lain. Rumah Lidi adalah merupakan salah satu bentuk pemberdayaan untuk melakukan kegiatan ekonomi produktif berbasiskan lidi, yaitu membuat aneka kerajinan lidi. Pemilihan kerajinan lidi didasarkan pada potensi ekonomi lokal yaitu ketersedian bahan baku dan adanya salah seorang anggota masyarakat yang sudah dapat membuat kerajinan lidi, yang mempunyai keinginan untuk menularkan ketrampilan yang telah diperolehnya dari hasil pelatihan yang dilaksanakan oleh PNPM-MPd kepada masyarakat sekitar. Hasil pemberdayaan adalah : 1). Terbentuknya rumah lidi, dengan jumlah anggota sebanyak 17 orang ibu rumah tangga, dimana mereka sebelumnya menganggur dan tidak mempunyai pendapat menjadi bisa melakukan kegiatan ekonomi produktif dan mempunyai pendapatan. Sistem produksi di rumah lidi terdiri dari produksi di tempat rumah produksi dan produksi dibawa pulang, sistem pengupahan berdasarkan jumlah dan jenis kerajinan yang dihasilkan. Dengan sistem produksi ini memberikan keleluasan kepada anggota kelompok untuk melakukan kegiatan produksi sesuai dengan ketersediaan waktu yang dimilikinya. 2). Penataan organisasi dan administrasi, serta pengelolaan keuangan kelompok. Penataan organisasi dilakukan melalui pembentukan kepengurusan kelompok, penataan administrasi dilakukan melalui sistem pembukuan usaha yang jelas dan sistem pengelolaan keuangan dengan diadakannya kegiatan tabungan dari bagian upah anggota dan dana sosial dari yang diambil dari bagian keuntungan penjualan hasil produksi.

 

Kata kunci: PNPM-MPd, Rumah Lidi, potensi ekonomi lokal, dana sosial.


The Indonesian government’s policy to reduce poverty and unemployment through revolving loans to carry out productive economic activities by National Community Empowerment Program in Rural Independent (PNPM-MPd) has succeeded in reducing poverty levels. With the end of the program in 2015, other empowerment program alternatives are needed. Rumah Lidi (Coconut Stick Craft Home Industry) is a form of empowerment to carry out coconut stick-based productive activities, namely making various coconut stick crafts. Coconut stick crafts were selected due to local economic potential or the availability of raw materials and the presence of a community member who had been able to make coconut stick crafts and was willing to teach her skills obtained from the training conducted by PNPM-MPd to the surrounding community. The results of empowerment were: 1). The establishment of Rumah Lidi (Coconut Stick Craft Home Industry) with a number of members of 17 housewives, they were initially unemployed and did not have any idea to carry out productive economic activities and to earn income. The production system in the Home Industry consisted of on-site production and off-site production, the wage system was based on the amount and types of craft produced. This production system allowed flexibility for the group members to carry out production activities in accordance with their time availability. 2). Organizational and administrative structuring, and financial management group. Organizational structuring was carried out through the formation of group management, while administrative structuring was carried out through bookkeeping system and financial management system by conducting saving activities taken from a part of member wages and social funds taken from a portion of profits from the sale of production.

 

Key words: PNPM-MPd, Coconut Stick Craft Home Industry, local economic potential, social fund


Full Text:

PDF

References


Bella Yokebet S. N. 2015. Analisis Rantai Nilai Komoditas Gula Kelapadi Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. http://eprints.undip.ac.id/48728/1/03_NUGRAHA.pdf. Diakses pada 17 Oktober 2019

Hikmat Harry. 2013. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Humaniora. Bandung.

Husen Akhmad. 2015. Perkembangan Aneka Industri Berbasis Kelapa Di Kabupaten Banyumas. Prosiding Konferensi Nasional Kelapa VII. http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/wp- content/uploads/2015/09/MU-5-Bupati-Banyumas.pdf.

Potensi Desa Karangtengah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. http://karangtengah.cilongokkec.banyumaskab.go.id/. Diakses pada 20 Nopember 2018

Rahajuni Dijan, Lilis Siti Badriah, Ascaryan Rafinda. 2019. Implementing Productive Economic Activities for The Poor Based on Social Capital. SEA – Practical Aplication of science Vol. VII Issue 19(1): 47 – 54

Rahajuni Dijan, Suprapto, Lilis Siti Badriah, Sri Lestari, Ascaryan Rafinda. 2017. Inequality of Income Distribution in Rural and Urban Poor Communities. Eko-Regional 12(2): 50 – 56

Rahajuni Dijan, Suprapto, Lilis Siti Badriah. 2016. Model Pemberdayaan Masyarakat Miskin Berbasis Modal Sosial dan Potensi Ekonomi Lokal Dalam Pengentasan Kemiskinan Panca Program PNPM Mandiri Di Kabupaten banyumas. LPPM Unsoed Purwokerto.

Suharto, Edo. 2005. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat; Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerja Sosial. Refika Aditama. Bandung.

Usman Sunyoto. 2010. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.